Wapenja.com/Lampung – PT ASDP merilis data terbaru yang mencatat masih ada sekitar 54% penumpang dari Pulau Sumatra yang belum kembali ke Pulau Jawa dalam periode arus balik pasca-Lebaran tahun ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh pemudik masih menunggu waktu keberangkatan, sehingga potensi lonjakan arus balik diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Meski demikian, volume penumpang meningkat 29% dibandingkan tahun lalu, menandakan mobilitas masyarakat pasca-Lebaran semakin tinggi. Namun, kondisi di Pelabuhan Bakauheni pada Kamis terpantau relatif sepi, tertib, dan kondusif. Aktivitas penyeberangan belum menunjukkan kepadatan signifikan karena pergerakan massa biasanya baru memuncak pada sore hingga malam hari.
Untuk mengantisipasi gelombang kedua puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret, otoritas pelabuhan telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya adalah penerapan sistem single ticketing, yang memungkinkan pembelian tiket lebih cepat dan terintegrasi, serta delaying system melalui penggunaan stiker berwarna di titik penyekatan KM 49 dan KM 20. Mekanisme ini bertujuan mengatur arus kendaraan agar tidak menumpuk di pelabuhan sekaligus menjaga kelancaran perjalanan penumpang.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan, mengurangi risiko kemacetan panjang, dan memberikan pengalaman mudik yang lebih aman serta nyaman bagi masyarakat. Dengan kesiapan ini, Pelabuhan Bakauheni diproyeksikan tetap menjadi simpul utama yang mampu menampung lonjakan arus balik dari Sumatra menuju Jawa.












