Wapenja.com/Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan simulasi terkait perubahan status pengemudi ojek online (ojol) dari mitra menjadi pekerja. Pernyataan ini disampaikan Dasco saat menerima audiensi dari Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) di kompleks parlemen, Jakarta, pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Jumat (1/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dasco menjelaskan bahwa pembahasan mengenai status ojol, apakah akan menjadi pekerja atau tetap mitra, masih dalam tahap simulasi.
Ia menambahkan bahwa DPR RI akan melibatkan organisasi ojol dalam diskusi lanjutan mengenai wacana ini.
“Pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu masih disimulasikan,” ujar Dasco.
Ia juga menyebutkan adanya pembelian sebagian saham aplikator ojol oleh BPI Danantara yang bertujuan untuk mendorong kebijakan yang pro-pekerja, termasuk rencana penurunan potongan komisi bagi pengemudi menjadi delapan persen.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum KASBI, Unang Sunarno, mendesak agar pemerintah menetapkan status ojol sebagai pekerja. Menurutnya, status mitra saat ini kerap dimanfaatkan aplikator untuk mengeluarkan peraturan secara sepihak.
“Ini pasti akan berdampak. Ketika statusnya menjadi pekerja maka hak-haknya pasti akan melekat sesuai dengan undang-undang,” tegas Unang Sunarno, seraya menekankan bahwa penetapan status pekerja akan memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi para pengemudi ojol.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga telah menyatakan komitmen pemerintahannya untuk menurunkan potongan yang dibebankan aplikator kepada ojol.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, pemerintah mewajibkan aplikator untuk menurunkan potongan dan memberikan hak-hak perlindungan, termasuk jaminan kecelakaan kerja, BPJS Kesehatan, dan asuransi kesehatan.
Presiden Prabowo juga menyebutkan adanya potensi peningkatan porsi pendapatan pengemudi menjadi minimal 92 persen dari total pendapatan.












