Janji Dapur Bergizi Berujung Luka: Kiai di Jabar Jadi Korban Ilusi Bisnis MBG

Wapenja.com/Bandung – Harapan besar untuk menghadirkan dapur bergizi gratis di pesantren-pesantren Jawa Barat berubah menjadi kekecewaan mendalam. Sebanyak 13 kiai dari Kuningan dan Cirebon kini menanggung kerugian ratusan juta rupiah setelah terjebak dalam proyek yang diduga fiktif.

Kasus ini bermula dari tawaran seorang berinisial YH, yang mengaku mewakili Koperasi DSN dan menjanjikan kemitraan resmi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Para kiai diyakinkan bahwa program Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) MBG akan membuka peluang bisnis besar sekaligus mendukung misi sosial pesantren.

Dengan keyakinan penuh, para pimpinan pondok pesantren mengajukan proposal dan bahkan mulai membangun dapur. Namun, janji manis itu tak pernah berbuah. Bisnis yang digadang-gadang tak kunjung berjalan, sementara dana yang sudah digelontorkan lenyap tanpa kepastian.

Afriendi Sikumbang, koordinator tim hukum pesantren korban, menegaskan bahwa dugaan penipuan ini harus diusut tuntas. “Para kiai percaya karena ada rekam jejak kerja sama sebelumnya. Tapi ternyata iming-iming kuota ribuan titik hanya ilusi,” ujarnya.

Kini, kasus ini menjadi sorotan publik. Selain menyangkut kerugian finansial, peristiwa ini juga menyinggung martabat para kiai yang selama ini menjadi panutan masyarakat. Harapan akan dapur bergizi gratis berubah menjadi luka kolektif, meninggalkan pertanyaan besar tentang pengawasan dan akuntabilitas program yang mengatasnamakan kesejahteraan umat.