Awas, Mendidik Anak Dengan Kekerasan Bisa Membuat Mental Anak Makin Rusak

Sleman – Dalam Pengajian Parenting yang dilaksanakan LKSA.Sasana Kreatif Mandiri Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu (9-5-2026), Ustadzah Almaratus Sholihah, M.Sos. menekankan perlunya  orang tua dan pendidik  menyesuaikan diri dengan perubahan jaman, khususnya pola mengasuh dan mendidik anak.

“Anak jaman sekarang tidak bisa lagi dididik dengan kekerasan verbal apalagi fisik seperti jaman dahulu. Generasi Z lebih butuh keteladanan”, papar Ustadzah Sholihah dihadapan santri, wali santri dan para pengasuh LKSA.Sasana Kreatif Mandiri.

Menurutnya, mendidik  dengan pola kekerasan baik fisik maupun verbal sudah tidak relevan diterapkan di panti asuhan dan pondok pesantren pada saat ini.

Pola pikir generasi Z sudah sangat kritis dan realistis, mereka “kesepian”  secara hati dan sudah  tidak lagi bisa menerima perintah perintah otoriter pengasuh dan orangtuanya. Mereka butuh ruang komunikasi, diskusi dan Butuh  diberikan pengertian melalui keteladanan.

“Mendidik anak dengan kekerasan fisik ataupun verbal tidak akan memberikan dampak positif terhadap anak, justru membuat anak menjadi “berontak” secara fisik maupun mental”

“Berikan pengertian dan pemahaman (bukan perintah otoriter yang tidak boleh dibantah), berikan contoh keteladanan. Jangan berharap anak jadi baik kalau kita tidak bisa memberi contoh yang baik untuk ditiru”, imbuhnya.

Pada dasarnya anak anak generasi Z adalah anak anak yang “kesepian” secara hati. Secara fisik ia  dekat dengan teman, orang tua dan pengasuhnya, namun secara hati pada dasarnya jauh.

Komunikasi yang harusnya terjalin baik. tersita dan tersandera dengan aktivitas bersama gadget dan social media, khususnya jika sedang diluar pondok.

“Peran orang tua dirumah sangat vital dan penting. Ketika di pondok anak anak belajar adab & kedisiplinan, bisa luntur dirumah ketika orang tua dirumah tidak bisa menjaga kebiasaan baik yang dilakukan di Pondok. Jadi peran orang tua dan wali santri dirumah juga sangat vital dan menentukan”, pungkas Ustadzah Sholihah.

Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Ayah Ariyo (Dr.HC.R.Budj Ariyanto Surantono) menyambut baik pengajian parenting  yang digelar Yayasan Panti Yatim Kreatif Mandiri pimpinan Ir.Sutanto Purwanugraha ini.

“Tema parenting ini sangat penting disampaikan agar pengasuh, wali santri dan orang tua bisa memposisikan dirinya secara tepat dengan metode mendidik yang sesuai dengan perkembangan jaman”, tandas Ayah Ariyo  Anggota Komite Perlindungan Anak United Nation (UN) Volunteer.