Wapenja.com/Bandung – SMK Pasundan 4 Bandung terus memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian dari upaya menyiapkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, tanggung jawab serta etika dalam kehidupan bermasyarakat.
Penguatan karakter tersebut diwujudkan melalui program pembinaan yang digelar secara rutin setiap bulan. Dalam pelaksanaannya, sekolah menggandeng unsur aparat kewilayahan, mulai dari Babinsa Koramil hingga jajaran kepolisian setempat.
Kegiatan pembinaan karakter kembali dilaksanakan pada Jumat, 11 September 2026. Program tersebut berlangsung di lingkungan SMK Pasundan 4 Bandung yang berlokasi di Jalan Cikutra No. 201, Gupusmu I, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.
Keterlibatan aparat kewilayahan menjadi bagian dari strategi sekolah untuk memberikan pengalaman dan pemahaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya disiplin, ketertiban, keamanan, serta tanggung jawab sebagai generasi muda.
Kepala SMK Pasundan 4 Bandung, Rully Setiaji, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa pendidikan karakter memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan pembelajaran akademik dan keterampilan kejuruan.
Menurut Rully, kemampuan siswa dalam menguasai kompetensi keahlian belum cukup menjadi ukuran keberhasilan pendidikan. Peserta didik juga harus mempunyai kepribadian yang baik agar mampu beradaptasi ketika melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja maupun berinteraksi dengan masyarakat.
“Pendidikan karakter sangat penting bagi anak-anak. Kami tidak ingin mereka hanya memiliki kemampuan secara akademik dan keterampilan kejuruan, tetapi juga harus memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, menghargai orang lain, serta mampu menjaga perilaku di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujar Rully.
Ia mengatakan, pembinaan yang dilaksanakan secara berkala menjadi ruang bagi sekolah untuk terus mengingatkan siswa mengenai nilai-nilai positif yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pembinaan tidak hanya menyangkut aturan sekolah, tetapi juga menyentuh persoalan kedisiplinan, ketertiban, keamanan, etika pergaulan, hingga tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Sekolah Tak Bisa Berjalan Sendiri
Rully menyebut pembentukan karakter peserta didik tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat dan berbagai unsur lainnya.
Atas dasar itu, SMK Pasundan 4 Bandung membangun kolaborasi dengan aparat kewilayahan untuk memberikan pembinaan secara langsung kepada siswa.
“Kolaborasi seperti ini sangat kami perlukan. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk aparat kewilayahan, untuk bersama-sama memberikan pembinaan kepada generasi muda,” katanya.
Menurutnya, kehadiran Babinsa dan kepolisian di lingkungan sekolah juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat peran aparat dalam kehidupan masyarakat.
Interaksi tersebut diharapkan mampu menciptakan komunikasi yang positif antara peserta didik dengan aparat sekaligus memberikan pemahaman bahwa keberadaan aturan memiliki tujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keharmonisan kehidupan bersama.
Sekolah juga berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan pembinaan tidak berhenti sebagai materi atau nasihat semata. Siswa didorong untuk menerapkannya melalui kebiasaan sehari-hari, baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan pendidikan.
Disiplin Jadi Modal Masuk Dunia Kerja
Sebagai sekolah menengah kejuruan, SMK Pasundan 4 Bandung tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan sesuai bidang keahlian. Sekolah juga memiliki tanggung jawab mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan kerja yang membutuhkan sikap profesional.
Disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, komunikasi, kepatuhan terhadap aturan serta sikap menghargai orang lain merupakan sejumlah karakter yang dinilai penting ketika lulusan memasuki dunia profesional.
Karena itu, pembiasaan karakter sejak bangku sekolah diharapkan dapat menjadi fondasi bagi siswa ketika menghadapi tantangan setelah lulus.
Rully berharap lulusan SMK Pasundan 4 Bandung nantinya tidak hanya dikenal karena kompetensi yang dimiliki, tetapi juga karena perilaku dan integritasnya.
“Kami berharap anak-anak setelah lulus nanti bukan hanya dikenal karena keahliannya, tetapi juga karena sikap dan karakternya. Mereka harus mampu membawa nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan lingkungan,” tuturnya.
Dilakukan Konsisten Setiap Bulan
Program pembinaan karakter yang digelar secara rutin setiap bulan menjadi salah satu bentuk komitmen sekolah untuk membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.
Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai penting agar pesan mengenai kedisiplinan, tanggung jawab dan etika dapat terus melekat dalam diri peserta didik.
Selain menjadi sarana penguatan karakter, kegiatan tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam mengembangkan pola pembinaan siswa.
Nilai-nilai yang ditanamkan mencakup kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan menghormati orang lain, menjaga hubungan sosial serta kesadaran terhadap konsekuensi dari setiap tindakan.
Dengan pola pembinaan tersebut, sekolah berupaya memastikan pendidikan karakter tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar tercermin melalui perilaku siswa.
Ciptakan Sekolah yang Aman dan Kondusif
Penguatan kerja sama dengan aparat kewilayahan juga diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, tertib dan kondusif.
Rully menilai suasana pendidikan yang nyaman menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung optimal. Kesadaran siswa untuk menaati aturan dan menjaga ketertiban akan memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah.
Ia menekankan bahwa pembinaan karakter harus dilakukan dengan pendekatan edukatif dan persuasif. Siswa tidak hanya diminta mematuhi aturan karena takut mendapatkan sanksi, tetapi perlu memahami alasan di balik setiap aturan tersebut.
“Kami ingin membangun kesadaran dari dalam diri siswa. Mereka disiplin bukan hanya karena takut terhadap aturan, tetapi karena memahami bahwa disiplin dan tanggung jawab memang menjadi bagian dari kehidupan mereka,” ungkapnya.
Ke depan, SMK Pasundan 4 Bandung berkomitmen mempertahankan program pembinaan karakter sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk orang tua, masyarakat dan unsur kewilayahan.
Sekolah berharap pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi kejuruan sekaligus berkarakter kuat, berintegritas, disiplin dan bertanggung jawab.
Bagi SMK Pasundan 4 Bandung, keberhasilan pendidikan bukan sekadar menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Lebih jauh, sekolah ingin membentuk generasi muda yang mampu membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.












