SDN Pajajaran 02 Ciawi Ingin Maju dan Berkarakter, Tapi Fasilitas Pembelajaran Masih Tertinggal

Wapenja.com/Bogor — Semangat perubahan tengah digaungkan di SDN Pajajaran 02 Ciawi. Di tengah tuntutan agar sekolah mampu mencetak siswa yang berprestasi, disiplin, berkarakter, dan melek teknologi, sekolah ini justru masih menghadapi persoalan mendasar: keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran.

Plt. Kepala SDN Pajajaran 02, Ahmad Muhajir, S.Pd.I., mengaku membawa harapan baru sejak dipercaya memimpin sekolah tersebut. Ia menargetkan adanya perubahan positif, bukan hanya dari sisi prestasi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Semoga dengan adanya saya menjabat di sini sebagai Plt, sekolah SDN Pajajaran 02 semakin maju dan berkarakter. Siswa-siswi juga semakin disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas dalam pembelajaran,” ungkapnya kepada wapenja.com, Selasa (15/9/2026).

Namun, di balik target besar tersebut, terdapat persoalan fasilitas yang hingga kini masih menjadi perhatian. Sekolah mengharapkan bantuan perangkat TV flat sebagai media pembelajaran, lantaran fasilitas tersebut disebut belum tersedia di SDN Pajajaran 02.

Kondisi itu membuat proses pembelajaran di sekolah tersebut masih mengandalkan papan tulis sebagai media utama. Di saat penggunaan perangkat audiovisual semakin dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran yang lebih interaktif, keterbatasan sarana menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah.

Mimpi Pendidikan Modern, Fasilitas Masih Konvensional

Ahmad Muhajir menegaskan bahwa SDN Pajajaran 2 memiliki arah pendidikan yang jelas melalui slogan “Berkarya, Beriman dan Bertaqwa, Empatik serta Berkarakter Pancasila.”

Menurutnya, slogan tersebut bukan sekadar semboyan, melainkan menjadi dasar dalam membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter kuat.

“Visi ini menjadi pegangan kami dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki iman, empati, disiplin, dan cinta tanah air sesuai nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.

Persoalannya, cita-cita membangun pendidikan yang maju tentu tidak cukup hanya mengandalkan visi dan semangat. Sarana pembelajaran juga menjadi bagian penting untuk menciptakan proses belajar yang efektif dan mengikuti perkembangan zaman.

Harapan terhadap bantuan TV flat pun menjadi sinyal bahwa masih ada kebutuhan fasilitas yang perlu mendapat perhatian. Terlebih, pihak sekolah menyebut sekolah-sekolah lain telah memperoleh fasilitas serupa, sementara SDN Pajajaran 02 masih menunggu dukungan.

Jangan Sampai Slogan Maju Hanya Berhenti di Dinding Sekolah

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi berbagai pihak yang berkepentingan terhadap kemajuan pendidikan dasar. Sekolah memiliki visi, guru memiliki semangat, dan siswa memiliki potensi. Namun, tanpa dukungan fasilitas yang memadai, upaya menciptakan pembelajaran yang lebih modern tentu menghadapi tantangan.

SDN Pajajaran 02 kini berharap dukungan dari pemerintah, orang tua, masyarakat, maupun pihak terkait agar kebutuhan sarana pembelajaran dapat segera diperhatikan.

Sekolah yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor itu ingin membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti berkembang. Namun, pertanyaannya kini sederhana: seberapa cepat dukungan nyata diberikan agar cita-cita pendidikan berkarakter tidak hanya menjadi slogan, sementara proses belajar masih berkutat pada papan tulis?

Dengan kepemimpinan baru dan semangat perubahan, SDN Pajajaran 02 menatap masa depan. Tinggal menunggu apakah harapan tersebut akan mendapat dukungan fasilitas yang sepadan dengan tuntutan pendidikan di era modern. (uday firansyah)