Wapenja.com/Bandung – SMK Pasundan 3 Bandung yang beralamat di Jl. Kebon Jati No.31, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali menggelar Perkemahan Penempuhan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Penegak Bantara dan Laksana sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus penguatan keterampilan peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 12–13 September 2026 tersebut digelar di kawasan wisata alam Hutan Pinus Batu Kuda, Manglayang. Puluhan siswa kelas XI dan XII yang tergabung dalam Gerakan Pramuka Penegak mengikuti rangkaian kegiatan dengan didampingi para pembina, pembimbing, serta guru.
Perkemahan ini mengusung tema “Membentuk Pramuka Penegak yang Berkarakter, Mandiri, Tangguh, Berjiwa Kepemimpinan, dan Peduli terhadap Sesama serta Lingkungan.”
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi tahapan kenaikan tingkat dalam kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter melalui pengalaman langsung di alam terbuka.
Kepala SMK Pasundan 3 Bandung, Ningrum Suryatiningsih, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa kegiatan penempuhan SKU memiliki tujuan yang jauh lebih luas daripada sekadar memenuhi persyaratan kenaikan tingkatan.
“Perkemahan penempuhan SKU ini bukan sekadar kegiatan berkemah atau sekadar syarat kenaikan tingkatan semata. Lebih dari itu, ini adalah wadah pembentukan watak,” ujar Ningrum.
Menurutnya, para peserta didik perlu mendapatkan pengalaman yang mampu membentuk kemandirian, ketangguhan, kepemimpinan, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma tidak berhenti pada hafalan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma harus benar-benar hidup dan diterapkan dalam setiap langkah kehidupan mereka, bukan hanya dihafal saja. Semoga pengalaman di alam terbuka ini menjadikan mereka generasi muda yang tangguh, berkarakter mulia, dan siap berguna bagi agama, bangsa, serta negara,” katanya.
Sementara itu, Pembina Pramuka SMK Pasundan 3 Bandung, Denis Maharditia Agata, S.Pd., mengatakan perkemahan menjadi momentum penting untuk menguji sekaligus mengasah kemampuan peserta secara menyeluruh.
Menurut Denis, peserta tidak hanya dituntut memahami pengetahuan kepramukaan, tetapi juga harus mampu menunjukkan ketangguhan fisik dan mental, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama.
“Di sini peserta tidak hanya diuji pengetahuannya tentang kepramukaan, tetapi juga dilatih ketangguhan fisik, mental, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim,” tuturnya.
Pemilihan Hutan Pinus Batu Kuda sebagai lokasi kegiatan, lanjut Denis, dimaksudkan agar peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai kondisi di alam terbuka.
Mereka dilatih mengelola kebutuhan secara mandiri, menyelesaikan persoalan bersama, menerapkan keterampilan kepramukaan, hingga memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Semoga setiap tantangan yang dihadapi di kemah ini menjadi bekal berharga, sehingga setelah lulus Bantara maupun Laksana, mereka benar-benar tumbuh menjadi pemimpin muda yang berpegang teguh pada Tri Satya dan Dasa Darma, serta siap memberi manfaat di mana pun mereka berada,” ujarnya.
Selama pelaksanaan perkemahan, peserta mengikuti berbagai materi dan praktik yang berkaitan dengan kecakapan kepramukaan. Sejumlah keterampilan yang diberikan antara lain pendirian tenda, membaca peta dan kompas, teknik pionering, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga kemampuan bertahan hidup sederhana.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan manajemen barak, pelaksanaan ibadah berjamaah, serta kegiatan kerohanian sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada kegiatan teknis. Pada sore hingga malam hari, para peserta mengikuti dinamika kelompok, renungan, api unggun, serta refleksi nilai-nilai kehidupan.
Berbagai kegiatan tersebut dirancang agar siswa dapat belajar berinteraksi secara positif dalam kelompok, membangun komunikasi, menyelesaikan masalah bersama, sekaligus meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Memasuki hari kedua, peserta melanjutkan penyelesaian materi SKU yang masih belum dituntaskan. Setelah seluruh rangkaian selesai, para peserta juga diwajibkan membongkar tenda dan memastikan area perkemahan kembali bersih serta tidak meninggalkan kerusakan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata penerapan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi bagian penting dari pendidikan kepramukaan.
Seluruh rangkaian kemudian ditutup melalui Apel Penutupan Perkemahan SKU. Dalam kegiatan tersebut, hasil penilaian penempuhan SKU disampaikan sekaligus diberikan apresiasi terhadap kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat para peserta selama mengikuti perkemahan.
Melalui kegiatan ini, SMK Pasundan 3 Bandung berharap peserta tidak hanya berhasil menyelesaikan syarat kenaikan tingkat menuju Pramuka Penegak Bantara maupun Laksana, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Peserta diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh menghadapi tantangan, memiliki jiwa kepemimpinan, gemar membantu sesama, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.
Perkemahan Penempuhan SKU tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya SMK Pasundan 3 Bandung dalam menjalankan pendidikan secara utuh, yakni tidak hanya membangun kemampuan akademik dan keterampilan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar siap berkarya, berorganisasi, dan memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.












