Ilmu pengetahuan modern pada akhirnya mengetahui bahwa pohon Gandrik bukan sekedar cerita ataupun mitos semata, namun memiliki unsur unsur energi positif yang mampu mengikat energi negatif yang ada disekitarnya.
Bahkan pohon Gandrik saya yakini mampu menangkap dan mengikat energi jahat (negatif) dan kemudian “membenamkannya” kedalam tanah sehingga sangat cocok ditanam di sekitar rumah kita.
Pertanyaannya sekarang, apakah pohon Gandrik dimasa sekarang benar-benar bisa digunakan sebagai sarana sebagai “penangkal petir” ?
Inilah yang sedang saya pelajari bersama teman-teman aktivis metafisika dan para ilmuan terhadap unsur unsur yang dimiliki pohon Gandrik.
Karena saya yakin, Eyang Ki Ageng Selo memilih pohon Gandrik berdasarkan naluri kesaktian dan petunjuk dari Allah Swt, bahwa pohon Gandrik adalah pohon yang paling cocok untuk mengikat petir.
Jadi saya yakin, Pohon Gandrik memiliki kemanpuan “mengikat” energi petir seperti fungsi grounding pada penangkal petir modern saat ini. Sehingga dahulu Eyang pernah cerita, jika dijalan sedang hujan deras dan ada petir carilah pohon Gandrik dan berteduh disana.
Tentu saja masih dibutuhkan penelitian ilmiah untuk meyakinkan hal tersebut. Namun kewaskitaan leluhur sekelas wali dan aulia banyak terbukti. Selama ini saya sering mengajak para ilmuan untuk membuktikan secara ilmiah hal hal yang dianggap mitos.
Salah satunya meneliti unsur tanah yang menurut mitos sebagai tempat Sunan Kalijaga menancapkan tongkat kemudian muncul mata air. Setelah diteliti secara ilmiah, ternyata memang unsur tanah nya “istimewa” berbeda dengan tanah disekitarnya. Itulah kewaskitaan Eyang Sunan Kalijaga.
Jadi saya yakin, Kewaskitaan Eyang Ki Ageng Selo mewariskan hikayat Pohon Gandrik dan kisah “kesaktian” menaklukkan petir ini bukan sekedar mitos belaka, namun warisan ajaran luhur serta petunjuk leluhur terhadap keistimewaan pohon Gandrik yang bisa kita gali potensinya dimasa kini untuk kemaslahatan masyarakat.
(*) Ki Ariya Wira Sentana Al Djawi, Tedhak Turun Darah Dalem Ki Ageng Selo Grad XVII, Pangersa Paguyuban Trah Wayah Ki Ageng Selo












