Partai Ummat Umumkan Kepemimpinan Transisi Usai Ridho Rahmadi Mundur

Ridho Rahmadi yang merupakan menantu M Amien Rais mundur dari posisi Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Ummat.

Wapenja.com/Jakarta – Dunia politik nasional kembali diguncang dengan kabar pengunduran diri Ridho Rahmadi, menantu tokoh reformasi M Amien Rais, dari jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Majelis Syura Partai Ummat dalam Musyawarah ke-8 yang digelar di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Sebagai langkah konsolidasi, Majelis Syura menunjuk Ustaz Ansufri Idrus Sambo, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Majelis Syura, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Ummat. Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal diisi oleh Muhammad Sadiq sebagai Plt. Penetapan ini dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan solid dan sesuai ketentuan Anggaran Dasar Partai Ummat.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (28/8/2026), Ustaz Sambo menegaskan bahwa pengunduran diri Ridho Rahmadi dan Sekjen Taufik Hidayat diterima secara tertulis oleh Majelis Syura. “Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan perjuangan keduanya selama memimpin kepengurusan pusat,” ujarnya. Meski mundur dari struktur, Ridho dan Taufik disebut tetap aktif berjuang bersama Partai Ummat.

Ketua Majelis Syura, M Amien Rais, menambahkan bahwa kepemimpinan transisi ini memiliki mandat penting: melakukan konsolidasi organisasi secara nasional serta menyiapkan proses administratif ke Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan pengesahan resmi. Amien juga mengimbau seluruh kader dan pengurus daerah agar tetap fokus menjalankan program kerja partai serta mendukung kepemimpinan transisi demi memperkuat ekonomi kerakyatan sesuai visi Partai Ummat.

Langkah ini menandai fase baru bagi Partai Ummat, yang tengah berupaya menjaga stabilitas internal sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen perjuangan politiknya.