Wapenja.com/Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencatat capaian penting. Hingga Mei 2026, realisasi anggaran telah mencapai Rp88,15 triliun, naik 17,53% dari bulan April yang sebesar Rp75 triliun. Dana ini disalurkan melalui 29.679 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menjangkau lebih dari 63,13 juta penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, 48,9 juta merupakan siswa sekolah, sementara 14,3 juta lainnya terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi prioritas utama.
Meski pemerintah memangkas pagu anggaran MBG dalam APBN 2026 dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun, langkah ini disebut sebagai strategi efisiensi. Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa pemangkasan bukan berarti pengurangan manfaat, melainkan penajaman fokus agar program benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa alokasi akan diprioritaskan bagi wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) serta kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, balita). Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan presiden untuk memastikan pemerataan gizi sebagai fondasi pembangunan manusia.
Program MBG kini bukan sekadar intervensi gizi, melainkan simbol komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan produktif. Dengan cakupan yang masif, MBG dipandang sebagai salah satu instrumen strategis untuk menekan angka stunting, memperkuat kualitas pendidikan, dan menciptakan kesetaraan sosial di seluruh pelosok negeri.












