Wapenja.com/Jakarta – Pemerintah kembali menghidupkan wacana transisi energi rumah tangga dengan mengganti kompor LPG menjadi kompor listrik atau induksi mulai tahun 2027. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwa kebijakan ini telah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, sebagai langkah strategis untuk menekan subsidi energi yang terus membengkak.
Dalam diskusi Eddy menyampaikan bahwa rumah tangga penerima manfaat akan memperoleh kompor listrik beserta alat masak secara gratis. “Rumah tangga ini masih masak menggunakan LPG, kita ganti dengan kompor listrik, kompor induksi. Program ini jauh lebih murah dibandingkan impor LPG 3 kilogram,” ujarnya dalam sebuah diskusi bertajuk Reformasi Subsidi Energi di Jakarta, Selasa (21/7).
Menurut data yang dipaparkan, pemerintah harus mengeluarkan sekitar Rp 390 triliun untuk subsidi energi, baik berupa BBM maupun listrik. Eddy menyoroti bahwa subsidi tersebut tidak tepat sasaran, dengan 63 persen justru dinikmati oleh kalangan mampu. Karena itu, transisi energi dianggap penting untuk memastikan subsidi lebih efisien dan berpihak pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebut akan mulai menggulirkan program ini pada 2027, dengan target rumah tangga berdaya listrik di bawah 900 kVA. Anggaran yang diajukan mencapai Rp 815,56 miliar.
Wacana konversi kompor LPG ke listrik sebenarnya bukan hal baru. Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, program serupa pernah direncanakan, namun dibatalkan oleh PT PLN (Persero) pada September 2022 demi menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Kini, pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan transisi tersebut sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor LPG dan memperkuat ketahanan energi nasional.












