Gerakan Pangan Murah di Ciawi Bogor, Warga Keluhkan Jumlah Stok Beras

Wapenja.com/Ciawi – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menggelar Gerakan Pangan Murah Istimewa di halaman Kantor Kecamatan Ciawi, Selasa (14/7/2026). Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menekan harga kebutuhan pokok dan memberikan akses pangan terjangkau bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar. Sejak pagi, ratusan warga, mayoritas ibu-ibu dari berbagai desa di Kecamatan Ciawi, memadati lokasi bazar dengan harapan bisa mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga lebih rendah.

Suasana bazar berlangsung ramai. Stan-stan yang menyediakan minyak goreng, gula pasir, dan telur tampak penuh dengan warga yang berbelanja. Namun, di balik keramaian tersebut, muncul keluhan yang cukup menonjol: stok beras yang terbatas. Beras, sebagai kebutuhan pokok utama masyarakat, justru menjadi komoditas yang paling cepat habis. Banyak warga yang datang dengan harapan membeli beras murah harus pulang dengan tangan kosong.

Antrian panjang warga menyerbu untuk membeli beras. (red/ist)

Seorang ibu rumah tangga yang enggan disebut namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Nanti mah coba bilangin, kalau stok beras sedikit mending nggak usah ada bazar. Kan ibu-ibu banyak yang pengen beli beras. Maksudnya kenapa stok minyak, gula, telur banyak, tapi beras sedikit. Padahal beras bisa dijatah lebih banyak biar sama kayak stok lainnya,” ujarnya dengan nada kesal.

Keluhan ini mencerminkan kebutuhan mendasar masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi. Meski program pangan murah dimaksudkan untuk meringankan beban ekonomi warga, ketidakseimbangan stok membuat sebagian masyarakat merasa belum terbantu secara optimal.