Pembukaan MPLS di SMAN 3 Bandung: Herman Suryatman Tekankan Karakter dan Kebersamaan

Wapenja.com/Bandung — Suasana penuh semangat mewarnai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMAN 3 Bandung, Rabu (15/7/2026). Ribuan siswa baru hadir dengan antusias, menyambut awal perjalanan mereka di jenjang pendidikan menengah atas. MPLS kali ini bukan sekadar kegiatan orientasi, melainkan momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter, disiplin, dan kebersamaan sejak hari pertama.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, yang memberikan pesan inspiratif kepada para siswa. Ia menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancawaluya sebagai fondasi pembentukan generasi unggul. “Kalian harus sehat jasmani dan rohani. Caranya sederhana, bangun subuh, lalu pukul setengah tujuh sudah berada di sekolah. Kebiasaan ini akan membentuk jiwa dan raga yang sehat,” ujarnya di hadapan para peserta.

Selain menekankan kedisiplinan, Herman juga mengingatkan pentingnya sikap peduli terhadap sesama. Ia menegaskan agar siswa menjauhi praktik perundungan (bullying) yang masih menjadi tantangan di banyak sekolah. “Sayangi teman-teman kalian. Saling membantu ketika membutuhkan dan saling menguatkan ketika mengalami kesulitan. Jangan pernah melakukan bullying kepada teman kalian,” tegasnya.

Lebih jauh, Herman mengaitkan pesan tersebut dengan semangat Sekolah Maung, sebuah filosofi pendidikan di Jawa Barat yang menekankan keberanian, kreativitas, dan daya juang. Melalui semangat ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, serta menyiapkan diri menghadapi tantangan global. “Insya Allah, kalian akan menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat melalui ilmu dan profesi yang kalian tekuni di masa depan,” pungkasnya.

Kegiatan MPLS di SMAN 3 Bandung tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai wadah pembentukan budaya belajar yang sehat dan berkarakter. Dengan dukungan pemerintah daerah, sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral dan sosial.