PPS Jalak Rawi Banten Gelar Tasyakuran, Perkuat Generasi Penerus dan Pelestarian Budaya

Ketua Umum Jalak Rawi Banten, Kimas Nana Suciatna, yang juga sebagai Guru Besar menyerahkan secara simbolis Kelengkapan organisasi, SK serta piagam penghargaan. (red/ist)

Wapenja.com/Kab. Serang, Kragilan — Perguruan Pencak Silat (PPS) Jalak Rawi Banten menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperkuat keberlangsungan generasi penerus di Markas Komando Wali Pengurus Pusat (WPP) yang berlokasi di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Sabtu (13/06/2026).

Acara berlangsung dengan penuh kehangatan, kekhidmatan, dan kemeriahan, dihadiri oleh berbagai unsur yang peduli terhadap pelestarian budaya dan seni bela diri khas Banten.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh seni dan budaya Banten, diantaranya hadir Sultan Banten ke-18, RTB. Hendra Bambang Wisanggeni, serta perwakilan dari setiap cabang dan ranting perguruan yang tersebar di berbagai wilayah. Suasana semakin semarak dengan diadakannya pagelaran kesenian tradisional khas daerah, yaitu pertunjukan Gembrungan, yang menampilkan irama dan alat musik tradisional sebagai wujud kekayaan budaya leluhur. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan penampilan aksi pencak silat yang memukau dari para murid PPS Jalak Rawi Banten, dan Debus yang menunjukkan ketangkasan, kedisiplinan, serta kematangan dalam mempelajari aliran bela diri tersebut.

Sultan Banten ke-18, RTB. Hendra Bambang Wisanggeni bersama Ketua Dewan Pembina Ir. Asep Gunawan Kartoba, ST., MT., serta Gubes PPS Jalak Rawi Banten Kimas Nana Suciatna. (red/ist)

Ketua Dewan Pembina PPS Jalak Rawi Banten, Ir. Asep Gunawan Kartoba, ST.,MT., dalam wawancaranya menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, acara tasyakuran generasi penerus ini dapat berjalan dengan sukses dan penuh kemeriahan. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Wali Pengurus, baik dari tingkat Pusat, Daerah, hingga tingkat Kecamatan. Semua telah bekerja secara kompak, bahu-membahu, dan mengesampingkan perbedaan demi kelancaran acara ini. Semoga sinergi dan kebersamaan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga semakin mempererat ikatan persaudaraan di antara seluruh keluarga besar Jalak Rawi Banten,” ujarnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Ir. Asep Gunawan Kartoba menjelaskan bahwa perguruan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik bela diri semata, tetapi juga memiliki visi yang lebih luas. “PPS Jalak Rawi Banten memiliki beberapa program utama, diantaranya yaitu pemberdayaan manusia dan pengembangan sumber daya bagi seluruh anggotanya. Ke depannya, kami berencana membentuk satu bidang kegiatan khusus, yaitu menyalurkan anggota yang telah memenuhi syarat dan siap bekerja sebagai tenaga pengamanan atau sekuriti. Insya Allah, untuk pelaksanaan pelatihan dasar wajib bagi calon sekuriti tersebut, kami akan menjalin kerja sama dengan pihak Batalion Cakra 318 dan juga dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia, agar standar keahlian dan kedisiplinannya benar-benar terjamin,” paparnya.

Penampilan pertunjukkan seni Debus dari peserta Pagelaran Seni Budaya. (red/ist)

Kang Asep — sapaan akrabnya — juga menyampaikan harapan besar agar keberadaan perguruan ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda atau kaum Milenial Z. Ia menekankan bahwa saat ini banyak di antara mereka yang mulai menjauh dari akar budaya dan sejarah daerahnya. “Saya sangat berharap PPS Jalak Rawi Banten bisa menjadi wadah yang menyentuh hati generasi muda. Saat ini, banyak dari mereka yang kurang memahami sejarah serta nilai-nilai seni budaya Banten. Kita tidak ingin mereka hanya terpaku dan tergantung pada perangkat gawai atau teknologi semata, yang jika tidak digunakan dengan bijak dikhawatirkan dapat merusak akhlak dan melunturkan jati diri serta nilai-nilai ketimuran yang luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Umum PPS. Jalak Rawi Banten, Kimas Nana Suciatna membenarkan pernyataan Ketua Dewan Pembina. “Pada dasarnya kita semua pengurus pusat sepakat, karena apa yang menjadi program kegiatan jalak rawi banten sudah kita musyawarahkan bersama,” paparnya.

Di sela-sela acara pagelaran seni budaya, Ketua Umum Jalak Rawi Banten yang juga sebagai Guru Besar menyerahkan secara simbolis Kelengkapan organisasi, SK serta piagam penghargaan.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilaksanakan tradisi pemotongan tumpeng. Momen ini menjadi simbol puncak rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar dan sukses, sekaligus menjadi doa bersama agar perjalanan PPS Jalak Rawi Banten ke depan senantiasa diberikan kemudahan, kemajuan, serta mampu terus melahirkan generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan tetap menjaga warisan budaya Banten untuk masa depan.