Kolaborasi Jabar–UPI: PROBIDIK Jadi Jawaban Krisis Guru

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang diwakili oleh Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi.

Wapenja.com/Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk meluncurkan Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan (PROBIDIK), Senin (15/6/2026) di Gedung Pakuan. Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk menjawab persoalan serius yang dihadapi dunia pendidikan: tingginya angka pensiun guru setiap tahun yang berpotensi meninggalkan ruang kosong dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah.

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menegaskan bahwa PROBIDIK bukan sekadar program praktik lapangan, melainkan sebuah terobosan yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan tenaga pendidik dengan kesiapan mahasiswa calon guru. Sebanyak 1.066 mahasiswa UPI akan diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah sesuai kebutuhan riil di lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa kekosongan guru tidak menjadi hambatan bagi kualitas pembelajaran. Mahasiswa kami hadir dengan kompetensi yang relevan, sehingga sekolah tetap berjalan dengan standar mutu yang terjaga,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti dimensi yang lebih luas dari tantangan pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada metodologi atau teknologi, melainkan harus mampu melahirkan manusia berkarakter, berintegritas, dan tangguh menghadapi kompleksitas zaman. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor: pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, guru, dan orang tua. “Dengan sinergi yang kuat, keterbatasan yang ada bisa diatasi. Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan manusia yang siap menghadapi kehidupan,” tegasnya.

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, jajaran pejabat struktural Disdik Jabar, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jawa Barat.

Penandatanganan PKS ini dirangkaikan dengan kegiatan Munajat Cinta, Menjemput Tahun Baru dan Murid Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, sebuah momentum spiritual sekaligus reflektif yang menandai awal tahun baru Islam dan penerimaan murid baru. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, jajaran pejabat struktural Disdik Jabar, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jawa Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan di Jawa Barat kini berfokus pada dua hal utama: penguatan karakter peserta didik dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik secara berkelanjutan.

Dengan PROBIDIK, Jawa Barat berupaya memastikan bahwa transisi generasi guru tidak menjadi krisis, melainkan peluang untuk melahirkan tenaga pendidik baru yang lebih adaptif, kreatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter bangsa. Program ini sekaligus menjadi simbol bahwa pendidikan di Jawa Barat tidak hanya bergerak pada level administratif, tetapi juga menyentuh akar persoalan: kualitas manusia yang dihasilkan.