Wapenja.com/Opini – Kehadiran investor di suatu wilayah biasanya menjadi harapan besar bagi masyarakat. Pembukaan pabrik dan berdirinya perusahaan baru diharapkan membuka pintu kesejahteraan, termasuk kesempatan bekerja yang layak. Di wilayah Karang Tanjung, sejumlah investor telah menanamkan modalnya — mulai dari perusahaan air minum yang dulu pernah beroperasi dan kini beroperasi kembali, daupur Makan Bergiji Gratis, hingga Koperasi Kelurahan. Namun kenyataannya, banyaknya investasi yang masuk ternyata belum menjamin warga setempat bisa mendapatkan pekerjaan.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan justru merasa sulit diterima bekerja. Ada yang sudah mendaftar berkali-kali, menyerahkan berkas, bahkan mengikuti tes, namun hasilnya sering kali mengecewakan. Sebagian besar posisi yang tersedia justru diisi oleh tenaga kerja yang didatangkan dari daerah lain. Padahal warga Karang Tanjung pun memiliki kemampuan dan keinginan untuk bekerja keras.
Kondisi ini diperparah oleh perangkat pemerintahan di tingkat kelurahan. Secara khusus, Pemerintah Kelurahan Pagadungan yang saat ini menjabat dinilai belum mampu menjadi jembatan yang baik antara masyarakat dan para investor. Gaya komunikasi yang saya anggap kurang memuaskan serta kurangnya inisiatif untuk mengadvokasi kepentingan warga menjadi kendala tersendiri.
Seharusnya, pemerintah kelurahan menjadi pihak yang paling mengerti kondisi warganya dan berjuang agar warga setempat mendapat prioritas. Mereka yang berada di pemerintahan adalah perpanjangan tangan masyarakat, bukan sekadar pelaksana administrasi. Ketika komunikasi berjalan buruk dan tidak ada upaya nyata untuk menegosiasikan kuota tenaga kerja warga lokal dengan para investor, maka warga semakin tersisih dari kesempatan yang ada di tanahnya sendiri.
Oleh karena itu, diperlukan perubahan sikap dan kinerja dari Pemerintah Kelurahan Pagadungan. Perlu ada upaya sungguh-sungguh untuk duduk bersama para pemilik perusahaan, menegaskan kewajiban memberi peluang kerja bagi warga sekitar, serta menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat dengan baik. Pemerintah kelurahan tidak boleh terasa jauh atau dingin bagi warganya sendiri.
Pada akhirnya, investasi yang masuk akan terasa bermakna jika kemanfaatannya dirasakan langsung oleh masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Jika warga Karang Tanjung, khususnya warga Kelurahan Pagadungan, dapat ikut bekerja di perusahaan yang ada di lingkungannya, barulah pembangunan itu benar-benar menjadi berkah bagi semua pihak. Semoga ke depannya, para pengambil kebijakan di tingkat kelurahan dapat lebih peka, lebih komunikatif, dan lebih berani memperjuangkan nasib warga yang mereka wakili. (Red)
Oleh : Ahmad Muchtarom
Masyarakat Karang Tanjung












