Kesenjangan Digital di Indonesia: Ketika Kemajuan Teknologi Belum Dirasakan Semua Lapisan Masyarakat

Faridah, Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara S-1 Universitas Pamulang Kampus Serang
Faridah, Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara S-1 Universitas Pamulang Kampus Serang

Wapenja.com/Opini – Indonesia kini sedang bergerak cepat menuju era digital. Aplikasi pesan, dompet digital, hingga layanan ojek daring sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari di kota besar. Namun ceritanya berbeda jika kita melihat ke luar pusat kota. Masih banyak saudara kita yang bahkan sekadar mendapatkan sinyal seluler yang stabil saja harus berjuang naik ke bukit atau mencari tempat tertentu di bawah pohon.

Kemajuan Terlihat di Kota, Tetapi Belum Merata ke Daerah

Kondisi ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi belum dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebagai negara kepulauan yang luas, tantangan letak geografis menjadi penghalang besar. Pemerintah sebenarnya terus membangun jaringan kabel serat optik dan menara pemancar dari tahun ke tahun. Namun meratakan akses di wilayah yang begitu luas terutama di wilayah 3T ( Tertinggal, Terbelakang, dan Terisolir ) tentu membutuhkan waktu, keteguhan, serta kerja sama dari semua pihak.

Ketimpangan Mempengaruhi Pendidikan dan Ekonomi

Dampak kesenjangan ini sangat nyata. Pelajar di kota sudah terbiasa memanfaatkan kecerdasan buatan dan pembelajaran daring yang menarik, sementara teman-temannya di pedalaman harus puas dengan materi seadanya karena perangkat dan jaringan terbatas. Begitu pula pelaku usaha kecil yang ingin memperluas pasar lewat internet, sering terhalang sinyal yang putus-putus. Alih-alih menyatukan, teknologi justru memperlebar jarak kesejahteraan antara yang sudah terhubung dan yang masih tertinggal.

Bukan Hanya Soal Fisik, Tetapi Kerja Sama Semua Pihak

Pembangunan jaringan telekomunikasi tidak boleh sekadar proyek fisik. Perlu kerja sama antara pemerintah, penyedia layanan internet, serta kepedulian masyarakat luas agar kemajuan digital benar-benar menyentuh hingga ke pelosok desa.

Infrastruktur Digital Harus Dirasakan Secara Adil

Pada akhirnya, cita-cita transformasi digital hanya bermakna jika dirasakan secara merata. Setiap anak bangsa, di mana pun tinggalnya, berhak menikmati manfaat kemajuan teknologi untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan diri. Kesenjangan ini harus terus dikawal agar tidak memisahkan kita menjadi mereka yang maju dan mereka yang tertinggal.

Oleh: Faridah
Mahasiswa Prodi Administrasi Negara S-1, Universitas Pamulang Kampus Serang
Dipublikasikan: Minggu, 1 November 2026, 10:47 WIB