Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Ciawi Gelar Syukuran Penuh Makna dan Kesederhanaan Jadi Cermin Pengabdian Polri

Wapenja.com/Bogor –  Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mako Polsek Ciawi, Polres Bogor, berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Acara yang digelar di Jalan Raya Puncak No. 5 Bendungan Ciawi ini bukan hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga momentum penghormatan bagi anggota Polri yang baru naik pangkat maupun yang memasuki masa purnabakti.

Pemberian nasi tumpeng kepada camat Ciawi Saeful Jack Peter, S.Sos., M.M.(red/ist)

Kapolsek Ciawi, AKP Dede Lesmana Jaya, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan makna kesederhanaan sebagai inti dari perayaan tersebut. “Alhamdulillah peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bisa dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan tanpa mengurangi makna peringatan itu sendiri. Kegiatan hari ini selain pemotongan tumpeng juga mengapresiasi kawan-kawan yang baru naik pangkat dan yang sudah purnabakti,” ujarnya di hadapan tamu undangan pada hari Jumat (3/7/2026).

Rangkaian acara dimulai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, yang diberikan kepada Camat Ciawi, Saeful Jack Peter, S.Sos., M.M.. Dilanjutkan dengan pemberian kalung bunga kepada anggota Polsek yang purna tugas, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka selama bertugas menjaga keamanan masyarakat.

Selain itu, perwakilan masyarakat Ciawi turut menyampaikan sambutan yang menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga ketertiban. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama anggota yang naik pangkat dan purnabakti, menandai momen kebanggaan sekaligus kebersamaan yang erat.

Peringatan ini dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Ciawi, perwakilan Danramil 0621/11 Ciawi, serta berbagai instansi lainnya. Kehadiran Ketua KNPI Kecamatan Ciawi, Yusril, menambah semangat kolaborasi antara kepolisian dan pemuda dalam membangun stabilitas sosial di wilayah Ciawi.

Lebih dari sekadar seremoni, Hari Bhayangkara ke-80 di Polsek Ciawi menjadi refleksi atas pengabdian Polri selama delapan dekade. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks—mulai dari perkembangan teknologi digital, dinamika sosial, hingga ancaman keamanan yang beragam—Polri dituntut untuk terus menjaga kepercayaan publik. Sikap humanis, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat menjadi kunci agar Polri tetap relevan dan dipercaya.

Momentum ini juga mengingatkan bahwa Polri bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis. Kesederhanaan dalam perayaan justru memperkuat pesan bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari kemegahan acara, melainkan dari komitmen nyata dalam melayani masyarakat.