Lewat “Kami Mendengar”, Bupati Bogor Jembatani Aspirasi Sekolah demi Pendidikan Berkualitas dan Kesejahteraan Guru

Wapenja.com/Cibinong – Meningkatkan kualitas pendidikan dan menyejahterakan tenaga pendidik menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Bogor, yang diwujudkan secara langsung melalui program unggulan bertajuk “Kami Mendengar”. Program ini kembali digelar Senin (22/6) dengan kehadiran Bupati Bogor Rudy Susmanto di SDN 04 Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang.
Bagi Rudy Susmanto, program ini bukan sekadar kegiatan silaturahmi rutin, melainkan jembatan utama antara pemerintah dan warga sekolah untuk menangkap kebutuhan riil di lapangan. “Kami tidak hanya datang untuk mendengar laporan, tapi melihat langsung kondisi yang ada, lalu merumuskan solusi yang tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan pendidikan. Tercatat ada 1.480 satuan pendidikan jenjang SD dan 107 SMP yang tersebar di berbagai wilayah. Oleh sebab itu, perbaikan sektor ini harus melibatkan seluruh elemen pemerintahan, bukan hanya Dinas Pendidikan saja.
Dalam pola pelaksanaannya, setiap hari Senin seluruh kepala perangkat daerah, pejabat dinas, camat, kepala desa, hingga anggota DPRD ditugaskan menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah. Tujuannya jelas: memantau langsung kondisi siswa, kelayakan fasilitas, serta infrastruktur yang butuh perbaikan. “Perubahan besar butuh proses, tapi dengan pengawasan dan perhatian berkelanjutan, hasilnya pasti akan terasa bagi mutu pendidikan daerah ini,” ujar Rudy.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momen untuk memastikan program nasional berjalan lancar, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai mendukung upaya meningkatkan asupan gizi dan kesehatan siswa sebagai modal belajar yang optimal.
Selain soal sarana dan gizi, perhatian besar juga diberikan bagi kesejahteraan tenaga pendidik. Rudy menyampaikan bahwa proses pengangkatan guru honorer terus dilakukan secara bertahap menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun pegawai paruh waktu sesuai aturan yang berlaku.
Di lokasi kunjungan itu sendiri, sudah terlihat hasilnya: dari tujuh orang guru yang bertugas, tiga di antaranya telah resmi dilantik menjadi PPPK. “Ini bukti nyata komitmen kami. Guru adalah ujung tombak pendidikan; jika mereka sejahtera, semangat mengajar dan kualitas pengajaran pun akan meningkat,” jelasnya.
Di akhir kunjungan, Rudy juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan dan kebijakan yang berpihak pada dunia pendidikan serta kesejahteraan pendidik. Ia meyakini, perhatian bersama ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan generasi emas Indonesia yang kompeten dan berkarakter.