Wapenja.com/Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah menggarap proyek besar penataan kawasan ikonik Gedung Sate. Revitalisasi ini dirancang agar halaman depan Gedung Sate menyatu langsung dengan Lapangan Gasibu, melewati koridor Jalan Diponegoro.
Sebagai konsekuensi, ruas Jalan Diponegoro lama yang selama ini memisahkan kedua kawasan akan ditutup permanen dan dijadikan bagian dari perluasan halaman Gedung Sate. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena Pemprov Jabar akan membangun ruas Jalan Diponegoro baru sebagai pengganti jalur eksisting.
“Penutupan jalan ini bukan berarti akses masyarakat terputus. Kami sudah menyiapkan pembangunan Jalan Diponegoro baru agar mobilitas tetap lancar,” ujar Dedi.
Proyek ini diharapkan tidak hanya memperindah wajah Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat, tetapi juga menciptakan ruang publik yang lebih luas, menyatu, dan representatif. Dengan integrasi Gasibu dan Gedung Sate, kawasan ini diproyeksikan menjadi landmark modern yang tetap menjaga nilai sejarah, sekaligus memperkuat fungsi Bandung sebagai kota budaya dan pemerintahan.












