Wapenja.com/Cilegon – Belasan siswa di Cilegon mengalami gangguan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan setelah menyantap bekal dari sekolah. Sebanyak 11 siswa dilaporkan terdampak, dengan delapan di antaranya mendapatkan penanganan di sekolah dan tiga lainnya harus menjalani perawatan di UGD Puskesmas Citangkil.
Gejala yang dialami para siswa, baik laki-laki maupun perempuan, meliputi mual, muntah, pusing, dan lemas. Makanan yang dikonsumsi diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan menu nasi, telur ceplok saus tiram, kacang merah rebus, tumis kacang panjang, dan susu pada sekitar pukul 09.00 WIB.
Menyikapi kejadian ini, Pemerintah Daerah bersama Dinas Kesehatan bergerak cepat untuk melakukan investigasi. Pendalaman penyebab pasti kejadian, termasuk kemungkinan uji sampel makanan, sedang dilakukan untuk memastikan akar permasalahan.
Pihak berwenang masih menunggu informasi lebih rinci mengenai waktu pasti konsumsi makanan oleh para siswa, yang umumnya dilakukan pada siang hari. Tindakan ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang dan memberikan kejelasan bagi para siswa serta orang tua mereka.
Berita Terkait
Dibaca 12












