Wapenja.com/Lebak – Menjelang gelaran budaya Seba Baduy yang akan berlangsung pada 23–26 April 2026, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya, mengajak masyarakat untuk hadir dan memeriahkan acara tersebut. Ajakan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi sekaligus dorongan bagi pengembangan sektor pariwisata daerah.
Hasbi menegaskan, Seba Baduy bukan sekadar ritual adat, melainkan warisan budaya dengan nilai historis dan spiritual tinggi. “Tradisi ini adalah simbol kearifan lokal sekaligus daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya, Rabu (22/4/2026).
Acara yang masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata ini disebut unik karena tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia. Puncak Seba akan digelar pada 24 April 2026 dengan kehadiran tamu penting, termasuk duta besar dari negara sahabat. “Insya Allah ini adalah target kita bersama untuk menjaga tradisi Seba Baduy. Persembahan dari masyarakat Baduy untuk masyarakat Lebak,” kata Hasbi.
Selain prosesi adat, Seba Baduy juga akan diramaikan oleh pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Berbagai produk lokal seperti kain tenun, batik, tas, aksesoris, hingga kuliner khas akan dipamerkan. Bahkan pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan gula aren serta aktivitas kreatif lainnya.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, Seba Baduy 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lebak. Tradisi ini bukan hanya milik masyarakat adat, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama yang layak dirayakan secara luas.












