Wapenja.com/Ciawi, Bogor – Pelaksanaan upacara bendera di SMP Negeri 1 Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (19/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa. Kepala SMPN 1 Ciawi, Rahmat Fadillah, S.Pd., mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam bergaul, baik kepada sesama teman maupun kepada guru.
Upacara yang dimulai pukul 07.00 WIB di halaman sekolah tersebut diikuti oleh seluruh dewan guru, staf, serta siswa-siswi SMPN 1 Ciawi. Kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai bagian dari agenda rutin sekolah dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan tanggung jawab kepada peserta didik.
Dalam amanatnya, Rahmat menegaskan bahwa kecerdasan akademik harus diimbangi dengan sikap dan perilaku yang baik. Ia mengingatkan para siswa agar tidak merasa lebih unggul dibandingkan orang lain hanya karena memiliki kemampuan akademik.
“Sekolah ini adalah sekolah yang baik. Kalian boleh merasa pintar, tetapi ingat — adab lebih utama daripada ilmu,” pesannya di hadapan peserta upacara.
Menurut pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut, setiap siswa harus mampu menjaga perkataan dan perbuatan. Sikap menghina, mengejek, merendahkan teman, maupun bertindak tidak sopan terhadap guru merupakan perilaku yang perlu dihindari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Rahmat juga mengingatkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Karena itu, para siswa diminta membiasakan diri untuk berpikir sebelum bertindak serta memahami pentingnya menghormati orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Kelas 9 Diminta Tingkatkan Persiapan Penilaian Akhir
Selain pendidikan karakter, perhatian sekolah turut diarahkan pada kesiapan akademik siswa menjelang pelaksanaan Penilaian Akhir (TKA) Semester 2.
Siswa kelas 9 diingatkan agar tidak mengendurkan semangat belajar dan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mempersiapkan diri. Sementara itu, siswa kelas 7 dan 8 diminta terus meningkatkan ketekunan belajar guna membangun fondasi pengetahuan yang kuat sejak dini.
Pesan khusus juga disampaikan kepada para calon Ketua OSIS dari kelas 8. Mereka diharapkan mulai menunjukkan sikap kepemimpinan melalui tindakan nyata, kedisiplinan, serta perilaku yang dapat menjadi teladan bagi siswa lainnya.
Sekolah menaruh harapan agar para calon pemimpin organisasi siswa tersebut tidak hanya mampu menjalankan tugas organisasi, tetapi juga memperlihatkan karakter positif dalam keseharian.
Dua Siswa Kelas 9 Dilaporkan Pingsan Saat Upacara
Di tengah berlangsungnya kegiatan, dua siswa kelas 9 dilaporkan mengalami kondisi tidak sehat hingga pingsan. Kejadian tersebut menjadi perhatian petugas yang berjaga selama upacara berlangsung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bersama Palang Merah Remaja (PMR) terlihat bersiaga untuk memantau kondisi peserta upacara. Kesiapsiagaan tersebut dilakukan guna mengantisipasi siswa yang mengalami gangguan kesehatan saat harus berdiri selama kegiatan berlangsung.
Salah seorang siswa OSIS yang bertugas menyampaikan bahwa kondisi kesehatan dan kebiasaan tidak sarapan dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan ketika siswa mengikuti upacara pada pagi hari.
“Memang selalu ada yang tidak kuat mengikuti upacara bendera karena kondisi kesehatan dan ada siswi yang tidak sempat sarapan pas berangkat sekolah, sehingga jatuh pingsan,” ungkapnya.
Pihak sekolah mengimbau seluruh siswa untuk menjaga kesehatan, memperoleh istirahat yang cukup, serta membiasakan sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Langkah tersebut penting agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan sekolah lainnya dengan kondisi tubuh yang lebih siap.
OSIS dan MPK Catat 20–30 Siswa Melanggar Aturan
Selain menjadi sarana penanaman nilai nasionalisme, kegiatan Senin pagi juga dimanfaatkan untuk melakukan pemeriksaan kedisiplinan siswa. Tim OSIS bersama Majelis Perwakilan Kelas (MPK) mencatat sekitar 20 hingga 30 siswa yang terindikasi melanggar ketentuan tata tertib sekolah.
Sejumlah pelanggaran yang ditemukan meliputi keterlambatan datang ke sekolah, penggunaan atribut seragam yang tidak lengkap, serta penataan rambut yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah.
Nama-nama siswa yang tercatat melanggar aturan telah didata oleh petugas. OSIS dan MPK selanjutnya akan memberikan pengingat kepada para siswa agar lebih memperhatikan tata tertib, datang tepat waktu, mengenakan atribut seragam secara lengkap, serta menjaga penampilan sesuai aturan yang berlaku.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa bahwa kedisiplinan merupakan bagian penting dari proses pendidikan, bukan semata-mata kewajiban yang harus dipenuhi di lingkungan sekolah.
Melalui upacara bendera dan pemeriksaan kedisiplinan rutin, SMPN 1 Ciawi berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, rasa hormat, tanggung jawab, dan nasionalisme.
Pesan tentang pentingnya adab yang disampaikan Kepala Sekolah menjadi pengingat bagi seluruh siswa bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai pelajaran, tetapi juga dari kemampuan menerapkan sikap baik dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Uday Firansyah










