HJKB ke-216, Wali Kota Bandung Ajak Warga Bergerak Bersama Hadapi Tantangan Kota

Foto dari instagram @halobandung.

Dengan semangat HJKB ke-216, pembangunan Bandung ditekankan bukan sebagai pekerjaan satu pihak, melainkan gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Wapenja.com/Bandung — Memperingati Hari Jadi ke-216 Kota Bandung yang jatuh pada Jumat, 25 September 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah memperkuat kolaborasi untuk membangun kota sekaligus menjawab berbagai persoalan perkotaan.

Farhan menegaskan, pembangunan Kota Bandung tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan sampah, banjir, infrastruktur, ketahanan pangan hingga pertumbuhan ekonomi, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Foto dari instagram @halobandung.

Momentum HJKB ke-216, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kemajuan kota harus dibangun melalui kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Persoalan Sampah Dimulai dari Lingkungan

Salah satu perhatian Pemkot Bandung adalah pengelolaan sampah. Pemerintah mendorong agar penanganan sampah tidak hanya dilakukan di tingkat kota, tetapi dimulai dari lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui program Gaslah serta penguatan fasilitas kompos di tingkat RT. Langkah ini diarahkan untuk mendorong masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya sehingga beban pengangkutan dan pengolahan sampah di tingkat kota dapat ditekan.

Foto dari instagram @halobandung.

Selain pengelolaan berbasis lingkungan, Pemkot Bandung juga menyiapkan fasilitas pengolahan sampah di kawasan Gedebage dengan teknologi berbasis Solid Recovered Fuel (SRF).

Pengolahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari solusi yang lebih terintegrasi terhadap persoalan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi sumber energi.

Banjir dan Infrastruktur Butuh Kolaborasi

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah banjir dan kebutuhan pembangunan infrastruktur. Pemkot Bandung terus memperkuat penanganannya melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta dunia usaha.

Foto dari instagram @halobandung.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena persoalan perkotaan tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui kewenangan pemerintah kota.

 

Foto dari instagram @halobandung.

Penanganan infrastruktur, misalnya, membutuhkan sinkronisasi program dan dukungan dari berbagai tingkatan pemerintahan agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Farhan Turun Langsung Serap Aspirasi Warga

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Farhan juga menekankan pentingnya pemerintah untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat.

Foto dari instagram @halobandung.

Salah satu caranya dilakukan melalui kunjungan ke berbagai kelurahan. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah dapat menyerap aspirasi sekaligus melihat secara langsung persoalan yang dihadapi warga di lapangan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Dengan mengetahui persoalan secara langsung, pemerintah diharapkan dapat menyusun langkah penanganan yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.

Farhan menegaskan, persoalan Kota Bandung merupakan pekerjaan bersama. Karena itu, pemerintah tidak hanya berperan sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga perlu membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Momentum HJKB ke-216 pun diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia Kota Bandung, tetapi juga menjadi titik penguatan semangat gotong royong untuk menghadirkan kota yang lebih tertata, tangguh, dan mampu menjawab tantangan ke depan.