Wapenja.com/Ciawi – Teka-teki penyebab kecelakaan tunggal mobil angkutan penumpang jenis Isuzu Elf yang menewaskan pengemudinya, Salim, di kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor, mulai terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan yang disampaikan pada Sabtu (17/10/2026), kecelakaan tersebut diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan pengemudi yang mengalami gangguan saat berada di balik kemudi.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Pertanian PPMKP, tepatnya di perempatan Bendungan Seuseupan, kawasan Jembatan Cibalok, Ciasin, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
Beruntung, kendaraan tersebut dalam kondisi kosong tanpa penumpang sehingga tidak ada penumpang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, dan sempat menyerempet mobil jenis BRV warna putih.
Dari hasil pemeriksaan kendaraan disebut tidak menemukan adanya kerusakan teknis pada sistem pengereman maupun mesin.
Pengemudi Diduga Alami Gangguan Kesehatan
Berdasarkan uraian kronologi kejadian, Salim saat itu tengah mengemudikan mobil Elf menuju kawasan Ciasin, Ciawi. Dalam perjalanan, pengemudi diduga mengalami serangan stroke dan gangguan jantung yang disebut memiliki kaitan dengan riwayat kesehatannya.
Kondisi tersebut diduga membuat Salim kehilangan kemampuan untuk mengendalikan kendaraan. Mobil kemudian terus melaju ke arah Jembatan Cibalok, Ciasin, hingga berujung pada kecelakaan yang merenggut nyawanya.
Dari hasil penyelidikan yang disampaikan, faktor kesehatan pengemudi menjadi salah satu aspek utama yang dikaitkan dengan insiden tersebut.
Pemeriksaan Kendaraan Tak Temukan Kerusakan Rem
Selain menelusuri kondisi pengemudi, pemeriksaan juga dilakukan terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan. Hasil pemeriksaan menyebutkan sistem pengereman mobil Elf masih berfungsi dengan baik.
Tidak ditemukan kerusakan maupun kendala teknis pada komponen rem dan mesin kendaraan. Mobil tersebut juga disebut menjalani perawatan serta pemeriksaan berkala sesuai jadwal perusahaan.
Berdasarkan keterangan yang tersedia, dugaan rem blong yang sempat menjadi perhatian setelah kejadian tidak didukung oleh hasil pemeriksaan teknis kendaraan tersebut.
Keluarga Sempat Melarang Salim Berangkat
Fakta lain terungkap dari keterangan istri dan anak almarhum dalam wawancara yang dicantumkan pada 17 Oktober 2026. Menurut keterangan keluarga, sebelum berangkat bekerja, Salim telah disarankan untuk tidak mengemudikan kendaraan karena kondisi fisiknya sedang kurang sehat.

Namun, almarhum Salim disebut tetap memutuskan berangkat setelah menerima pesanan mendadak pada malam sebelumnya. Ia diduga khawatir kehilangan kesempatan kerja apabila pesanan tersebut tidak diambil.
Keterangan keluarga ini menjadi salah satu informasi yang memperkuat dugaan bahwa kondisi kesehatan pengemudi perlu mendapat perhatian dalam mengungkap rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan.
Dalam keterangan yang sama, keluarga juga menyebut Salim mengambil kendaraan dari pool tanpa terlebih dahulu memberitahukan pihak kantor. Kendaraan tersebut dikabarkan digunakan tanpa dilengkapi Surat Perintah Jalan (SPJ) yang sah.
Rangkaian informasi mengenai kecelakaan Elf di Ciawi ini menjadi pengingat pentingnya memastikan kondisi fisik pengemudi sebelum menjalankan tugas. Kendaraan yang berada dalam kondisi teknis baik tetap membutuhkan pengemudi yang sehat dan mampu berkonsentrasi selama perjalanan.
Dalam kasus almarhum Salim, hasil pemeriksaan kendaraan yang disebut tidak menemukan kerusakan teknis menjadi salah satu petunjuk dalam mengungkap penyebab kecelakaan.
Kepergian Salim meninggalkan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang berduka diberikan kekuatan serta ketabahan.
(uday firansyah)












