Warga Cibanon Kabupaten Bogor Bergantung pada “Kolong Jembatan” untuk Air Bersih di Tengah Kekeringan

Wapenja.com/Bogor – Kekeringan panjang yang melanda Kabupaten Bogor semakin memperparah krisis air bersih di Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja. Sumur-sumur warga yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga kini mengering total, memaksa masyarakat mencari alternatif demi bertahan hidup, Kamis (3/9/2026).

Pilihan yang tersisa hanyalah mata air kecil di bawah Jembatan Koja, yang oleh warga dikenal sebagai “kolong jembatan”. Lokasi sederhana itu kini menjadi pusat harapan seluruh desa. Hasil pantauan awak media wapenja.com di lapangan, terlihat warga sejak fajar hingga larut malam, antrean panjang warga dengan galon, ember, dan jerigen terlihat mengular. Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga lansia bergantian menunggu giliran untuk mendapatkan beberapa liter air yang sangat berharga.

“Kalau tidak ambil ke sini, kami tidak bisa masak dan minum. Sumur sudah kering semua. Mau tidak mau harus rela antri sampai malam,” ujar seorang warga dengan wajah lelah namun pasrah.

Kondisi ini menimbulkan keresahan mendalam. Aktivitas harian terganggu, mulai dari memasak, mencuci, hingga kebutuhan minum. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan droping air bersih menggunakan mobil tangki, agar beban masyarakat sedikit berkurang. Mereka khawatir jika situasi ini dibiarkan, kesehatan warga akan terancam akibat keterbatasan akses air layak konsumsi.

Selain itu, warga juga menyoroti minimnya langkah antisipasi dari pihak terkait. Menurut mereka, krisis air bersih bukanlah hal baru di wilayah Sukaraja setiap musim kemarau panjang. Namun, hingga kini belum ada solusi permanen seperti pembangunan jaringan pipa, embung desa, atau sumur bor yang bisa menjamin ketersediaan air sepanjang tahun.

Hingga berita ini diturunkan, mata air di bawah Jembatan Koja masih menjadi satu-satunya tumpuan warga Desa Cibanon. Di tengah antrean panjang dan rasa cemas, masyarakat tetap berharap ada kepedulian nyata dari pemerintah agar krisis air bersih tidak lagi menjadi rutinitas tahunan yang melelahkan. (uday)