SMKN 1 Setu Resmi Beroperasi di Gedung Baru, Sinergi Pendidikan dan Industri Semakin Kokoh

Wapenja.com/Setu – SMKN 1 Setu kini memasuki era baru dengan menempati gedung dan lingkungan sekolah yang lebih representatif, setelah lokasi lama terdampak pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Sisi Selatan. Peresmian fasilitas ini bukan sekadar pemindahan fisik, melainkan tonggak penting dalam penguatan layanan pendidikan vokasi sekaligus memperluas kolaborasi dengan dunia industri.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menekankan bahwa keberadaan sarana modern harus diikuti dengan tata kelola yang berkualitas. “Sekolahnya sudah keren. Tugas Pak Kepala Sekolah dan guru-gurunya membuat wilayah ini semakin sempurna,” ujarnya dalam sambutan peresmian, Selasa (1/9/2026). Ia menambahkan, lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan ramah pembelajaran menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul.

Gedung baru SMKN 1 Setu berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare, jauh lebih luas dibandingkan lokasi lama yang hanya 4.000 meter persegi. Fasilitas utama meliputi 27 ruang belajar, ruang guru, perpustakaan, empat ruang praktik siswa (RPS), serta aula serbaguna. Gedung penunjang menyediakan ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, dan satu unit musala, sehingga aktivitas akademik maupun non-akademik dapat berjalan lebih optimal.

Selain pembangunan melalui mekanisme tukar-menukar lahan, sekolah ini juga mendapat program revitalisasi dari pemerintah pusat pada 2025. Bantuan tersebut menghasilkan tambahan empat ruang kelas, tiga ruang praktik siswa, dan enam unit toilet, yang semakin memperkuat kapasitas sekolah dalam mendukung pembelajaran berbasis kompetensi.

Momentum peresmian turut diwarnai penandatanganan kerja sama antara 32 SMK negeri dengan 64 perusahaan, serta penyerahan bantuan peralatan pendidikan dari Korea Selatan melalui Kementerian Perindustrian RI. Dukungan internasional ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Barat mulai mendapat perhatian global, sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk mengenal standar industri internasional.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan semakin mendekatkan pembelajaran SMK dengan kebutuhan riil dunia kerja. Dengan fasilitas yang memadai dan dukungan industri, lulusan SMKN 1 Setu diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan pasar tenaga kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Peresmian gedung baru SMKN 1 Setu menjadi simbol transformasi pendidikan vokasi di Jawa Barat. Kehadiran fasilitas modern, dukungan pemerintah pusat, serta keterlibatan industri dan mitra internasional menegaskan arah kebijakan pendidikan yang semakin fokus pada link and match. Jika konsistensi program dapat dijaga, SMKN 1 Setu berpotensi menjadi model integrasi pendidikan dan dunia kerja yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pionir pendidikan vokasi di Indonesia.