MPLS Hari Kedua SMK Widya Dirgantara Bandung: Dikukuhkan Kesadaran Berlalu Lintas dan Bahaya Narkoba Lewat Penyuluhan TNI-POLRI

Wapenja.com/Bandung Kulon – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 SMK Widya Dirgantara Bandung memasuki hari kedua, Kamis (16/07). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diisi dengan penyuluhan khusus yang disampaikan langsung oleh jajaran Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kecamatan Bandung Kulon, guna membekali siswa baru dengan pemahaman tentang kedisiplinan, keselamatan, dan bahaya pergaulan negatif di usia remaja.

Perwakilan dari Bhabinkamtibmas hadir dalam kegiatan ini yaitu Aiptu Sobari dan Aiptu Nandang, sedangkan dari pihak Babinsa diwakili oleh Sertu Suteja serta Ipda Decup.

Dalam sesi penyuluhannya, Aiptu Sobari mengangkat tema tentang tata tertib dan keselamatan berkendara. Ia menegaskan bahwa jalan raya merupakan ruang publik yang wajib digunakan dengan penuh tanggung jawab serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Meski aturan sudah jelas ditegaskan, ia menyayangkan masih banyaknya perilaku berisiko yang kerap dilakukan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor di bawah umur.

“Masih banyak kita temui pengendara yang belum cukup usia namun sudah mengendarai sepeda motor, bahkan melakukan hal-hal berbahaya seperti kebut-kebutan di jalan, menggunakan knalpot tidak standar atau yang sering disebut knalpot brong, tidak menggunakan helm berstandar SNI, kendaraan tidak lengkap surat-suratnya, hingga belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai ketentuan,” ujar Aiptu Sobari di hadapan ratusan siswa baru.

Melalui penyuluhan ini, ia mengajak seluruh siswa untuk mulai menanamkan kesadaran sejak dini, bahwa mematuhi aturan bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan upaya utama menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain yang berada di jalan raya.

Beralih ke sesi berikutnya, Aiptu Nandang memberikan pemaparan mendalam mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba beserta konsekuensi yang akan diterima jika terlibat di dalamnya. Ia menegaskan bahwa di Indonesia, segala bentuk penyalahgunaan narkoba merupakan tindak pidana yang diatur secara tegas dalam Undang-Undang Narkotika. Siswa atau pelajar yang terbukti terlibat dapat dikenakan sanksi mulai dari pembinaan khusus hingga hukuman penjara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, Aiptu Nandang memaparkan dampak buruk penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya berujung pada masalah hukum, namun juga merusak berbagai aspek kehidupan pelajar:

  • Hubungan sosial terganggu: Hubungan dengan keluarga, guru, dan teman sebaya akan menjadi renggang, serta sering memicu pertengkaran, kekerasan, hingga perkelahian fisik;
  • Terjebak tindakan kriminal: Demi memenuhi kebutuhan zat adiktif, pelajar sering kali terpaksa melakukan tindakan melanggar hukum seperti mencuri, menggelapkan uang milik orang lain, bahkan terlibat dalam peredaran narkoba itu sendiri;
  • Mencemarkan nama baik: Tindakan tersebut akan membawa malu bagi diri sendiri, nama baik sekolah, keluarga, serta lingkungan tempat tinggal.

Di akhir pemaparannya, Aiptu Nandang menyampaikan pesan khusus kepada seluruh siswa SMK Widya Dirgantara Bandung. “Ingatlah pesan ini baik-baik: Jauhi Narkoba, Tekuni Keahlianmu, Bangun Masa Depanmu!” tandasnya dengan tegas.

Sebelumnya dalam sesi penyuluhan dari pihak Babinsa, Sertu Suteja dan Ipda Decup menekankan pentingnya penanaman pendidikan karakter secara menyeluruh bagi kelompok usia rentan, khususnya siswa yang memasuki jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Usia remaja adalah masa transisi yang sangat menentukan pembentukan kepribadian, sehingga bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar siswa tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.

Kepala SMK Widya Dirgantara Bandung, Dadisya Elkades Berman, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran serta bimbingan yang diberikan oleh pihak TNI dan Polri dalam rangkaian kegiatan MPLS tahun ini.

Perlu diketahui, untuk tahun ajaran 2026/2027, SMK Widya Dirgantara Bandung berhasil menerima sebanyak 227 siswa baru yang tersebar di empat program keahlian unggulan, yaitu:
1. Teknik Permesinan
2. Teknik Kendaraan Ringan
3. Teknik Sepeda Motor
4. Teknik Komputer Jaringan

Dadisya berharap, penyuluhan dan bimbingan yang disampaikan langsung oleh pihak berwenang dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh siswa baru. Mengingat jenjang SMK merupakan masa peralihan yang kerap rawan dengan pengaruh pergaulan bebas di kalangan remaja, ia berharap seluruh siswa dapat semakin bijak dalam memilih lingkungan pergaulan, menjauhi segala bentuk perilaku negatif, dan lebih fokus mengembangkan potensi serta keahlian yang dipelajari di sekolah demi masa depan yang lebih baik.

Kegiatan MPLS ini direncanakan akan berlanjut dengan berbagai materi pengenalan fasilitas sekolah, aturan akademik dan non-akademik, serta pengenalan budaya positif yang diterapkan di lingkungan SMK Widya Dirgantara Bandung.