Wapenja.com/Bandung – Pemerintah Kota Bandung menegaskan arah baru pendidikan karakter di sekolah dengan melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai mitra pembinaan. Program ini ditujukan untuk memperkuat disiplin, semangat kebangsaan, serta ketahanan mental para pelajar, khususnya siswa SMP kelas IX yang tengah berada pada masa transisi remaja.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan bahwa remaja berada dalam fase pencarian identitas yang rawan terhadap pengaruh lingkungan. Karena itu, pembinaan karakter dianggap penting agar mereka tidak salah arah. “Kita harus hadir untuk memastikan anak-anak mendapatkan pembinaan yang tepat, sehingga mereka tumbuh dengan nilai kebangsaan dan disiplin yang kuat,” ungkapnya pada hari Senin, 13/7/2026.
Program ini bukan hal baru. Sejak 2025, Pemkot Bandung telah menjalankan pendidikan bela negara setiap Jumat, dengan materi yang dirancang berdasarkan kajian akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Farhan menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya soal bela negara, tetapi juga harus menyatukan nilai agama dan pendekatan psikologi modern. “Agama tetap menjadi fondasi, tetapi kita juga perlu menyesuaikan dengan psikologi remaja agar pembinaan lebih efektif,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah kota akan melakukan evaluasi terhadap peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta psikolog klinis yang bertugas di 12 puskesmas. Evaluasi ini bertujuan memastikan layanan pendampingan psikologis bagi siswa berjalan optimal. “Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan dukungan yang tepat, baik di sekolah maupun di layanan kesehatan,” tegas Farhan.
Dengan sinergi antara pendidikan bela negara, nilai keagamaan, dan dukungan psikologis, Bandung berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental, disiplin, dan berintegritas dalam kehidupan sosial.












