Wapenja.com/Bogor – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Dini Hardiyanti dan putranya, Arshaka Ghava El Faezya, yang menjadi korban pembunuhan sadis di wilayah Madiun, Jawa Timur. Di tengah suasana kehilangan tersebut, jajaran Polsek Megamendung mendatangi kediaman keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril.
Kunjungan kemanusiaan itu dipimpin langsung Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana, S.H., M.H., pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, di Kampung Cipayung RT 02/03, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi PS Kanit Binmas Aiptu Toni dan Briptu Dodi selaku Bhabinkamtibmas Desa Sukakarya. Turut hadir Kepala Desa Sukakarya beserta perangkat desa, serta unsur RT dan RW setempat.
Kedatangan rombongan kepolisian tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati terhadap keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya, Dini Hardiyanti bersama anaknya yang masih balita, Arshaka Ghava El Faezya, sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya diketahui menjadi korban tindak pidana pembunuhan yang diduga dilakukan oleh suami siri korban.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di salah satu hotel di wilayah Madiun, Jawa Timur. Berdasarkan informasi dalam laporan, kedua korban diduga mengalami kekerasan berat sebelum jasadnya dibakar. Kasus ini pun menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama atas meninggalnya seorang ibu bersama anaknya yang masih berusia balita.
Di hadapan keluarga korban, AKP Desi Triana menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam sekaligus keprihatinan atas tindakan keji yang merenggut nyawa kedua korban.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Kapolsek Megamendung juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Rika Kartika, kakak kandung almarhumah Dini Hardiyanti.
AKP Desi berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi masa sulit akibat kehilangan anggota keluarga dalam peristiwa tragis tersebut.
Kepala Desa Sukakarya yang turut hadir dalam kegiatan itu juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar korban. Ia menyatakan keprihatinan atas musibah yang menimpa Dini Hardiyanti dan putranya.
Kehadiran jajaran kepolisian dan pemerintah desa menjadi bentuk dukungan moral bagi keluarga korban agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi cobaan berat tersebut.
Lebih dari sekadar kunjungan kedinasan, kegiatan ini menjadi wujud pendekatan humanis kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan perhatian kepada warga yang sedang tertimpa musibah.












