Wapenja.com/Bandung – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan kembali terlihat nyata melalui program Revitalisasi sarana dan prasarana di lingkungan Muhammadiyah Kota Bandung. Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah VII Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, S.STP., M.A.P., turun langsung meninjau progres pembangunan di SMA Muhammadiyah 1 Bandung dan SMK Muhammadiyah 1 Bandung pada Senin (7/9/2026). Kehadiran pejabat dinas ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengawasan sekaligus dorongan agar bantuan revitalisasi benar-benar memberi manfaat bagi guru, siswa, dan tenaga kependidikan.
Dua sekolah yang berada dalam satu kompleks di Jl. Kancil No. 1, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Bandung, tahun ini sama-sama menerima bantuan revitalisasi. Fokus pembangunan meliputi ruang kelas, laboratorium, fasilitas administrasi, hingga toilet sekolah yang sebelumnya dinilai tidak layak. Kondisi fisik bangunan yang menurun bahkan sempat membahayakan aktivitas belajar, sehingga program ini menjadi solusi yang ditunggu-tunggu.
SMK Muhammadiyah 1 Bandung
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Bandung, Rita Hartati, S.Pd., M.M., mengungkapkan rasa syukur atas bantuan senilai Rp1,064 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun tujuh ruang kelas baru, laboratorium komputer, ruang kantin, ruang administrasi, serta fasilitas sanitasi. “Kondisi bangunan sebelumnya sudah banyak yang rusak, bahkan ada yang roboh. Bantuan ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak sekolah,” ujarnya. Rita menambahkan, revitalisasi ini bukan hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan rasa aman siswa dalam belajar.
SMA Muhammadiyah 1 Bandung
Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 1 Bandung, Dra. Nia Suminar, menyampaikan bahwa sekolahnya memperoleh bantuan sebesar Rp800 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk revitalisasi enam ruangan, termasuk empat ruang kelas, ruang guru, dan ruang administrasi. Menurutnya, fasilitas baru akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, meningkatkan pelayanan pendidikan, serta memperkuat peran sekolah dalam mencetak lulusan berkualitas.
Pembangunan Berjalan Beriringan dengan Pembelajaran
Proses revitalisasi yang dimulai sejak Juli 2026 tetap berjalan beriringan dengan kegiatan belajar mengajar. Pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergilir dan sebagian daring agar aktivitas siswa tidak terganggu. Strategi ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menjaga kualitas pendidikan meski ruang belajar terbatas. Revitalisasi juga melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) serta tenaga kerja lokal, sehingga partisipasi masyarakat turut mendukung kelancaran program.
Apresiasi dan Harapan
Dalam kesempatan tersebut, Rita dan Nia menyampaikan apresiasi kepada Kepala KCD Wilayah VII atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Mereka menilai kehadiran Asep Yudi Mulyadi menjadi motivasi bagi sekolah untuk menjaga amanah bantuan ini. Harapan besar disampaikan agar sinergi antara pemerintah, yayasan, dan sekolah terus terjalin, sehingga mutu pendidikan di Jawa Barat semakin meningkat.
Investasi Jangka Panjang
Dengan adanya revitalisasi ini, SMA dan SMK Muhammadiyah 1 Bandung optimistis mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas. Fasilitas baru diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda, sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Revitalisasi bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.












