Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Tembus 668 Korban, Puluhan Masih Dirawat

Bupati Sidoarjo, Subandi.

Wapenja.com/Sidoarjo – Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus menjadi perhatian. Hingga Kamis (3/9/2026) pagi, jumlah warga yang dilaporkan terdampak telah mencapai 668 orang.

Dari total tersebut, sebanyak 586 pasien telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah. Sementara 80 orang masih menjalani perawatan, sedangkan dua pasien lainnya masih berada dalam tahap observasi.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan para pasien tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak berada di RSUD Notopuro Sidoarjo.

“Pasien dirawat di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo. Yang paling banyak ada di RSUD Notopuro Sidoarjo,” kata Subandi, Kamis (3/9/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 09.30 WIB, penanganan pasien tersebar di berbagai fasilitas kesehatan. RSUD Sidoarjo menjadi lokasi dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 383 orang. Sebanyak 375 pasien telah pulang, satu pasien masih dalam observasi, dan tujuh lainnya masih menjalani perawatan.

Di RS Delta Surya terdapat 30 pasien, dengan rincian 13 orang sudah pulang dan 17 masih dirawat. Sementara RSI Siti Hajar menangani 94 pasien, terdiri dari 67 pasien yang telah pulang dan 27 orang yang masih menjalani perawatan.

RS Pusura tercatat menangani 21 pasien. Sebanyak delapan orang telah diperbolehkan pulang, 12 masih dirawat, dan satu pasien menjalani observasi.

Kemudian RSU Aisyiyah St Fatimah menangani 47 pasien, dengan 38 orang sudah pulang dan sembilan lainnya masih dirawat. RS Pusdik Bhayangkara menangani delapan pasien, tujuh di antaranya sudah pulang.

Adapun RS Arafah Anwar Medika menangani enam pasien, empat sudah pulang dan dua masih menjalani perawatan. Satu pasien di RS Assakinah Medika dilaporkan telah sembuh.

Di tingkat puskesmas, PKM Porong menangani dua pasien, masing-masing satu sudah pulang dan satu masih dirawat. PKM Tanggulangin mencatat 31 pasien dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, terdapat pula dua pasien yang mendapatkan penanganan di BPM dan telah pulang, satu pasien di RS Rahman Rahim, serta 33 pasien yang mendapatkan pengobatan di pesantren.

Bukan Hanya Santri

Subandi menegaskan bahwa kasus dugaan keracunan tersebut tidak hanya dialami oleh para santri. Sejumlah siswa dan tenaga pendidik dari sekolah di luar lingkungan pesantren juga dilaporkan terdampak setelah mengonsumsi menu MBG.

“Tidak semua korban itu dari pesantren. Ada beberapa yang dari sekolah di luar pesantren. Semua sudah didata oleh Dinas Pendidikan,” ujar Subandi.

Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan, sedikitnya 624 orang dari sejumlah sekolah turut terdampak. Bahkan, beberapa guru yang mengonsumsi menu MBG yang sama juga sempat mendapatkan perawatan medis.

Sekolah yang tercatat terdampak di antaranya SDN Kalitengah 1 dengan 21 siswa dan sembilan guru. Kemudian SDN Kalitengah 2 dengan 27 siswa, tiga guru, dan tiga orang tua.

Selanjutnya SMP Tri Bhakti mencatat 21 siswa terdampak, sedangkan SMP Muhammadiyah 8 terdiri atas 36 siswa dan empat guru. Di SMA Tri Bhakti terdapat sembilan siswa yang terdampak.

Sementara dari jenjang pendidikan anak usia dini, KB Mustabsuiroh mencatat dua siswa dan KB As Sakinah juga dua siswa.

Meningkatnya jumlah korban membuat proses penanganan dan pendataan terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan terkait. Pemerintah juga masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para penerima makanan MBG tersebut.