Destry Damayanti Resmi Pimpin BI, Sejarah Baru Perempuan di Kursi Gubernur

Wapenja.com/JakartaRapat Paripurna DPR RI pada Selasa (1/9) mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Keputusan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan sebuah tonggak sejarah: untuk pertama kalinya, seorang perempuan menduduki jabatan tertinggi di bank sentral Indonesia.

Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan BI yang selama ini didominasi oleh kepemimpinan laki-laki. Kehadiran Destry di kursi gubernur dipandang sebagai simbol keterbukaan institusi keuangan negara terhadap kesetaraan gender dan pengakuan atas kompetensi perempuan dalam mengelola kebijakan moneter yang krusial bagi stabilitas ekonomi nasional.

Sebelum resmi menjabat, Destry telah menempuh jalur panjang di dunia keuangan. Ia berpengalaman sebagai Deputi Gubernur Senior BI periode 2024–2029, dan sempat dipercaya menjadi Pejabat Gubernur BI sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Pengalaman ini membuat transisi kepemimpinan berjalan mulus, sekaligus memperlihatkan kepercayaan penuh terhadap kapasitasnya.

Karier Destry di sektor keuangan dimulai sejak ia menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005–2011), kemudian berlanjut sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011–2015). Pada periode yang sama, ia juga memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian BUMN, memperkuat reputasinya sebagai ekonom yang piawai merumuskan kebijakan publik.

Sebelum bergabung dengan BI, Destry pernah menduduki posisi strategis sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2015–2019. Rekam jejak tersebut menunjukkan konsistensi kiprahnya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, baik di sektor perbankan maupun lembaga penjamin simpanan.

Dengan latar belakang yang solid, pengesahan Destry sebagai Gubernur BI dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas moneter, menjaga kepercayaan investor, serta menghadirkan perspektif baru dalam kebijakan ekonomi nasional. Lebih dari itu, pencapaiannya menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, bahwa kepemimpinan di sektor strategis bukan lagi sekadar mimpi.