Wapenja.Com/Ciawi, Bogor – Pancer Dalem Agung SABATIN, Hamparan Jagat Alif, menjadi saksi terselenggaranya Silaturrahim Akbar yang digelar Majelis Riyadhoh Arrifaiyyah Ciawi Bogor pada Minggu (12/7/2026). Rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini meliputi doa bersama, majelis dzikir dan riyadhoh, silaturahmi kebangsaan, serta diskusi mendalam mengenai pentingnya menjaga kearifan lokal, memperkuat persatuan umat, dan melestarikan budaya sebagai identitas bangsa Indonesia.
TB. SM. Fuad Rifa’i, M.Pd.I., yang dikenal dengan sapaan Kakang Rajawali 786, selaku tuan rumah sekaligus Sekretaris Jenderal Persatuan Trah (PATRAH) Kesultanan Banten, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan spiritual, melainkan sebuah gerakan kebudayaan dan kebangsaan. “Melalui kegiatan ini, Persatuan Trah (PATRAH) Kesultanan Banten menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah pemersatu keturunan Kesultanan Banten yang berlandaskan nilai keislaman, persaudaraan, kebersamaan, serta kepedulian sosial demi terciptanya kemaslahatan bagi masyarakat luas,” ujarnya penuh semangat.
Silaturrahim Akbar ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat hubungan antargenerasi, menumbuhkan rasa memiliki terhadap sejarah leluhur, serta menginspirasi masyarakat untuk menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat, ulama, serta perwakilan dari berbagai kalangan memperlihatkan bahwa nilai-nilai warisan Kesultanan Banten masih relevan dan mampu menjawab tantangan zaman.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menegaskan bahwa pelestarian warisan leluhur adalah bagian dari pembangunan peradaban. PATRAH menekankan bahwa menjaga sejarah bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menanamkan nilai spiritual, budaya, dan persatuan sebagai fondasi kemajuan bangsa Indonesia. Dengan demikian, Silaturrahim Akbar ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan yang berakar pada tradisi, spiritualitas, dan kebersamaan. (uday firansyah)












