Gotong Royong Warga dan Pemerintah Arcamanik Dukung Pembangunan SMAN 28 Bandung

Wapenja.Com/Bandung – Pada hari Minggu, 21 Juni 2026, semangat kebersamaan dan gotong royong ditunjukkan oleh masyarakat Kecamatan Arcamanik dalam kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang dipusatkan di lokasi pembangunan SMAN 28 Bandung,yang beralamat di Jl. Pacuan Kuda No. 28, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pemerintahan dan masyarakat,serta dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah VII Jawa Barat, Kasubag KCD, Camat Arcamanik, Lurah setempat, Forkopimcam Arcamanik, pemerintah kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Forum RW, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang bahu-membahu membersihkan lahan yang akan menjadi lokasi Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 28 Bandung.

Camat Arcamanik, Willi Yudia Laksana, S.STP., pimpinapel BBRGM di lokasi SMAN 28 Bandung. (red/ist)

Kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap pembangunan sekolah yang telah lama dinantikan. Kehadiran SMAN 28 Bandung diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Arcamanik yang selama ini belum memiliki SMA Negeri di wilayah kecamatannya.

Kepala SMAN 28 Bandung, Ai Sumiati, S.S., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memimpin sekolah baru tersebut. Menurutnya, kehadiran SMAN 28 Bandung merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

Kepala SMAN 28 Bandung, Ai Sumiati, S,S., M.Pd., hadir di kegiatan gotong royong BBGRM. (red/ist)

“Alhamdulillah, pada kesempatan ini saya diamanahi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk menjadi Kepala SMAN 28 Bandung. Kehadiran sekolah ini merupakan salah satu jawaban atas harapan masyarakat, khususnya Kecamatan Arcamanik yang selama ini belum memiliki SMA Negeri. SMAN 28 Bandung menjadi solusi dan alternatif bagi siswa-siswi Arcamanik dan sekitarnya yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri di Kota Bandung,” ujarnya.

Meski pembangunan fisik sekolah masih berlangsung dan kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di SMAN 23 Bandung, minat masyarakat terhadap sekolah baru ini sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang telah melampaui seribu orang.

“Saat ini jumlah pendaftar sudah mencapai lebih dari seribu orang, sementara kuota yang tersedia hanya 216 siswa. Ini menunjukkan animo masyarakat yang sangat besar untuk bersekolah di SMAN 28 Bandung. Sebagian besar kuota pada berbagai jalur bahkan sudah terisi dan hanya menyisakan beberapa kursi pada jalur tertentu,” jelas Ai Sumiati.

Tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan akan sekolah negeri baru di kawasan Arcamanik dan sekitarnya. Selama ini banyak lulusan SMP yang harus bersaing ketat untuk memperoleh kursi di SMA Negeri yang berada di wilayah lain.

Dalam kesempatan tersebut, Ai Sumiati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan sekolah, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar.

“Kami sangat terharu dan bangga karena SMAN 28 Bandung diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Arcamanik. Hari ini terlihat bagaimana ratusan warga bersama pemerintah setempat bergotong royong membersihkan area pembangunan sekolah. Dukungan seperti ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengembangkan SMAN 28 Bandung menjadi sekolah yang unggul dan berkualitas,” katanya.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan sekolah tersebut.

Proses pengerjaan lahan dengan alat berat di lokasi USB SMAN 28 Bandung. (red/ist)

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan SMAN 28 Bandung. Terima kasih juga kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat beserta seluruh jajaran yang selalu memantau dan mendukung perkembangan sekolah ini. Dukungan masyarakat yang begitu besar menjadi modal penting dalam mewujudkan sekolah yang menjadi kebanggaan warga Arcamanik,” tambahnya.

Menurut Ai Sumiati, SMAN 28 Bandung juga menjadi salah satu Unit Sekolah Baru (USB) yang dijadikan percontohan di Kota Bandung pada tahun 2026. Selain berada di lokasi yang strategis SMAN 28 Bandung juga berhadapan dengan SPOrT Jabar Arcamanik , sekolah ini diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Sementara itu, Camat Arcamanik, Willi Yudia Laksana, S.STP., mengatakan bahwa pembangunan SMAN 28 Bandung merupakan hasil dari perjuangan panjang masyarakat yang selama bertahun-tahun mengusulkan kebutuhan sekolah negeri baru melalui berbagai forum perencanaan pembangunan.

“Saya sudah menjelang empat tahun bertugas di Kecamatan Arcamanik. Hari ini kami melaksanakan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat yang rutin dilaksanakan bersama LPM Kecamatan Arcamanik. Pada bulan Juni ini kami fokus pada upaya penyiapan sarana dan prasarana, khususnya di lokasi yang telah ditetapkan sebagai pembangunan SMAN 28 Kota Bandung,” ujarnya.

Antusiasme Camat Arcamanik dan Kepala SMAN 28 Bandung di lokasi tempat Unit Sekolah Baru (USB). (red/ist)

Menurut Willi, kebutuhan akan SMA Negeri di Arcamanik telah menjadi salah satu usulan prioritas masyarakat yang selalu muncul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.

“Saya sangat antusias dengan program ini karena selama saya menjabat, usulan penyediaan sarana dan prasarana sekolah baru selalu menjadi prioritas masyarakat. Usulan tersebut disampaikan mulai dari Musrenbang Kelurahan, Musrenbang Kecamatan hingga Musrenbang Kota Bandung. Selama ini kebutuhan sarana pendidikan tingkat SMA Negeri di Arcamanik memang belum terfasilitasi secara optimal,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat ratusan lulusan SMP di Arcamanik yang kesulitan memperoleh akses ke SMA Negeri karena keterbatasan daya tampung.

“Berdasarkan data yang kami miliki, lulusan SMP negeri maupun swasta di Arcamanik mencapai sekitar 600 hingga 700 siswa setiap tahun. Selama bertahun-tahun banyak di antara mereka yang tidak dapat tertampung di SMA Negeri. Oleh karena itu, kehadiran SMAN 28 Bandung menjadi solusi yang sangat dinantikan oleh masyarakat,” katanya.

Willi menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Arcamanik akan terus mendukung seluruh tahapan pembangunan agar dapat berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

“Karena program ini sudah berjalan sesuai tahapan, kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan baik. Yang paling penting adalah kolaborasi. Karena ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami berharap seluruh unsur pemerintah provinsi terus hadir dan memberikan dukungan penuh dalam pembangunan Unit Sekolah Baru ini hingga selesai,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong yang berlangsung penuh semangat tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan. Dengan dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, pembangunan SMAN 28 Bandung diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Arcamanik serta wilayah sekitarnya.

Kehadiran SMAN 28 Bandung tidak hanya menjadi tambahan sarana pendidikan baru, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan menengah yang lebih dekat, merata, dan berkualitas. Diharapkan sekolah ini mampu menjadi pusat lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Jawa Barat di masa depan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat, Asep Yudi Mulyadi, S.S.TP., M.A.P., turut memberikan dukungan terhadap pembangunan sekolah tersebut.

“Kami dari KCD Wilayah VII sangat mendukung penuh pembangunan SMAN 28 Bandung ini. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam pemerataan layanan pendidikan. Kami berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kecamatan, dan masyarakat terus terjaga agar pembangunan berjalan lancar,” ungkapnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan, SMAN 28 Bandung diharapkan dapat segera rampung dan menjadi sekolah unggulan baru di Kota Bandung.

Kehadiran sekolah ini tidak hanya menjadi tambahan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi simbol pemerataan akses pendidikan di Jawa Barat, khususnya bagi masyarakat Arcamanik dan sekitarnya yang selama ini membutuhkan SMA Negeri di wilayahnya.