Wapenja.com/Lebak – Penyelenggaraan Seba Baduy 2026 di Pendopo Kabupaten Lebak berlangsung khidmat dan lancar, dihadiri ribuan warga adat Baduy Dalam maupun Baduy Luar. Tradisi tahunan ini mendapat apresiasi tinggi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak yang menilai Seba Baduy sebagai warisan budaya penuh makna.
Wakil Ketua DPRD Lebak, M. Agil Zulfikar, menegaskan bahwa Seba Baduy bukan sekadar agenda rutin, melainkan simbol harmonisasi antara manusia dan alam. “Tradisi luhur ini harus terus dijaga. Seba Baduy adalah kebanggaan masyarakat Lebak sekaligus bagian dari identitas budaya nasional,” ujarnya, Sabtu (25/04/2026).
Selain nilai adat, Agil menekankan bahwa Seba Baduy juga memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti prosesi budaya ini menjadi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Ketua DPRD Lebak, Juwita Wulandari, menambahkan bahwa pihaknya mendukung penuh pelestarian budaya lokal yang kini telah masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN). “Seba Baduy bukan hanya memperkuat budaya, tetapi juga menjadi sarana promosi daerah di tingkat nasional,” katanya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan pemangku kepentingan agar pelaksanaan Seba Baduy ke depan semakin baik. Nilai-nilai adat seperti pelestarian lingkungan dan kesederhanaan hidup diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
“Pesan masyarakat Baduy tentang menjaga alam sangat relevan dengan tantangan global saat ini. Tradisi ini mengingatkan kita bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Juwita.












