Wapenja.com/Jakarta, 15 Februari 2026 – Perum Bulog memastikan ketersediaan bahan pangan aman dan stabil di seluruh Indonesia menjelang bulan suci Ramadhan 2026, yang resmi akan dimulai pada 18 Februari sesuai penetapan Muhammadiyah. Baik stok nasional maupun regional telah disiapkan secara memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri.
Stok Nasional Melimpah
Hingga 14 Februari 2026, stok beras nasional mencapai 3,4 juta ton, terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,22 juta ton dan stok komersial 95.523 ton. Selain beras, komoditas lain juga tersedia dalam jumlah cukup: gula pasir 11.675 ton, jagung 53.637 ton, dan minyak goreng 15.475 kiloliter. Melalui skema Distribusi Menggunakan Obyek Negara (DMO), Bulog memperoleh sekitar 30 ribu kiloliter minyak goreng per bulan, dengan 30 ribu kiloliter siap disalurkan pada bulan ini.
Selain itu, Bulog akan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyakita kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat pada Februari-Maret 2026, dengan total sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.
Kesiapan Regional Terpercaya
Di berbagai daerah, stok pangan juga telah dipastikan mencukupi:
– Tanjungpinang: Menyiapkan 2.100 ton beras medium (SPHP), 6 ton beras premium, dan 200 ribu liter minyakita per bulan. Harga tetap stabil: beras SPHP Rp65.500/5 kg, beras premium Rp77.000/5 kg, dan minyakita Rp15.700/liter. Pasokan juga telah menjangkau wilayah terpencil seperti Lingga dan Anambas.
– NTT: Stok beras mencapai 14 ribu ton, ditambah 5 ribu ton dalam perjalanan, cukup untuk 4 bulan ke depan. Gula pasir dan minyak goreng juga siap disalurkan, serta siap menjalankan program stabilisasi harga jika diperlukan.
– Sultra: Stok beras mencapai 76 ribu ton, cukup hingga Lebaran bahkan tahun depan jika tidak ada pengiriman keluar daerah. Tersedia minyak goreng 140 ribu liter (dengan 400 ribu liter dalam perjalanan) dan gula pasir 170 ton dengan harga acuan Rp17.500/kg. Bulog juga mempercepat serapan gabah lokal dengan target 120 ribu ton hingga Juni 2026.
– Aceh: Stok beras mencapai 83.600 ton, cukup hingga Juni 2026 tanpa perlu impor. Di Sabang, stok beras sekitar 409 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan.
Upaya Stabilisasi Harga
Bulog akan menerapkan pola pengamanan pasar seperti saat Natal dan Tahun Baru, bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan. Selain itu, Bulog juga terlibat dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional yang digelar di 1.218 lokasi seluruh Indonesia, menjamin akses pangan murah dan berkualitas bagi masyarakat.












