Wapenja.com – Presiden Venezuela Nicolás Maduro secara resmi menyampaikan pernyataan penolakan terhadap semua tuduhan yang diajukan terhadapnya di Pengadilan Negeri Amerika Serikat (AS) 6/01/2026. Dalam sesi pengadilan yang diadakan secara virtual akibat kendala geografis dan pertimbangan keamanan, pemimpin yang telah memimpin Venezuela sejak tahun 2013 itu dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah atas segala dakwaan yang telah diajukan.
“Tidak ada kebenaran dalam tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepada saya. Saya adalah orang baik yang telah menghabiskan seluruh hidup saya untuk melayani rakyat Venezuela, berjuang untuk kemerdekaan ekonomi dan kedaulatan negara kita,” ujar Maduro dalam pidatonya yang disampaikan melalui sambungan video dari Istana Miraflores, Caracas.
Tuduhan terhadap Maduro yang diajukan oleh pemerintah AS mencakup berbagai poin, antara lain dugaan terlibat dalam jaringan narkoba internasional dan pelanggaran hak asasi manusia. Namun, pihak kepresidenan Venezuela telah sejak awal menolak semua tuduhan tersebut, menyebutkannya sebagai bagian dari kampanye politik yang dirancang untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.
Dalam pernyataannya ke hakim pengadilan, Maduro juga menekankan bahwa ia adalah pemimpin yang sah dari Venezuela yang dipilih melalui proses demokratis yang diakui oleh komunitas internasional tertentu.
“Saya memegang mandat dari rakyat Venezuela, dan tidak ada kekuasaan dunia yang bisa merendahkan perjuangan kita untuk membangun negara yang lebih adil dan makmur,” katanya.
Juru bicara Pengadilan Negeri AS menyatakan bahwa proses hukum akan terus berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Setiap pihak berhak untuk menyampaikan argumen mereka di pengadilan, dan kita akan memastikan bahwa proses ini berlangsung dengan adil dan sesuai dengan hukum negara kita,” ujar juru bicara tersebut dalam siaran pers singkat setelah sesi tersebut berakhir.
Reaksi internasional terhadap pernyataan Maduro beragam. Beberapa negara yang mendukung pemerintahan Maduro, seperti Rusia dan Kuba, menyatakan dukungan penuh terhadap sikapnya dan menekankan bahwa masalah Venezuela harus diselesaikan oleh rakyat Venezuela sendiri tanpa campur tangan luar negeri. Sementara itu, beberapa negara Barat yang mengakui pemerintah oposisi Venezuela menyatakan bahwa proses hukum di AS harus berjalan tanpa gangguan dan bahwa mereka mengharapkan keadilan ditegakkan.
Pihak pemerintah Venezuela juga mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan upaya diplomasi untuk menyelesaikan sengketa ini dengan cara yang damai dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional. “Kita tidak takut menghadapi setiap tantangan, tetapi kita selalu memilih jalan perdamaian dan rasa hormat terhadap hukum,” tambah Maduro dalam akhir pernyataannya.












