Wapenja.com/Bandung – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kamis (4/6/2026). Forum ini menegaskan urgensi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, terutama dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan menekan angka pengangguran yang masih menjadi tantangan besar.
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter Kemenko PMK, Prof. Warsito, menekankan bahwa koordinasi lintas sektor tidak boleh berhenti pada tataran administratif. Menurutnya, Rakorda harus menjadi ruang konsolidasi kebijakan yang menyentuh akar persoalan pendidikan, yakni kualitas lulusan yang siap menghadapi dunia kerja. “Rakorda ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang berorientasi pada kualitas lulusan,” ujarnya, sembari menekankan bahwa keberhasilan RPJMN bergantung pada kesiapan generasi muda yang berkarakter dan kompeten.
Kadisdik Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa guru adalah jantung dari pelayanan pendidikan. Ia menyoroti bahwa seberapa besar pun investasi yang digelontorkan, tidak akan berarti jika mentalitas dan karakter peserta didik tidak dibentuk sejak dini. “Keberadaan guru dan kompetensinya adalah jantung pelayanan pendidikan. Tanpa kesiapan mental dan karakter anak didik, investasi sebesar apa pun tidak akan bermakna,” tegasnya.
Lebih jauh, Purwanto mendorong kepala sekolah untuk lebih kreatif dalam menggandeng dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Langkah ini dianggap krusial untuk menutupi kekurangan guru produktif di jenjang SMK, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara sekolah dan sektor industri. Ia menekankan bahwa pembiasaan karakter di sekolah harus menjadi fondasi ketahanan mental siswa. “Karakter dibiasakan, bukan sekadar diajarkan. Lingkungan sekolah yang bersih, disiplin, dan efektif adalah syarat mutlak,” tambahnya.
Rakorda ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga momentum refleksi atas tantangan pendidikan di Jawa Barat. Dengan menempatkan guru sebagai pusat reformasi, kepala sekolah sebagai motor kreativitas, dan industri sebagai mitra strategis, diharapkan lulusan Jawa Barat mampu tampil sebagai tenaga kerja yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga tangguh secara mental dan berdaya saing di pasar global.












