Wapenja.com – Board of Peace (BoP) meluncurkan rencana rekonstruksi besar-besaran di Gaza dengan target awal membangun kembali 100 ribu rumah di Rafah. Program ini juga mencakup pembersihan 70 juta ton puing serta pembongkaran 350 kilometer terowongan bawah tanah yang selama ini menjadi simbol konflik berkepanjangan.
Indonesia disebut akan memainkan peran strategis melalui kerangka International Stabilization Force (ISF). Dalam struktur ISF, Indonesia ditunjuk sebagai Deputy Commander, posisi yang menempatkan pasukan RI di garis depan misi perdamaian. Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan mengirim 8.000 personel untuk mengawal keamanan, melatih aparat sipil, serta memimpin penempatan sektor prioritas di Rafah.
Selain aspek keamanan, BoP menyiapkan rekonstruksi bertahap yang ambisius. Target jangka panjang mencakup pembangunan lebih dari 400 ribu rumah, jaringan energi, air bersih, sanitasi, jalan raya, pelabuhan, hingga bandara.
Visi akhir dari program ini adalah lahirnya pemerintahan teknokratik yang dipimpin warga Gaza sendiri, dengan dukungan institusi publik yang efektif, ekonomi mandiri, serta iklim investasi yang stabil. Indonesia, melalui peran kunci di ISF, diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.












