KPK Gaspol Usut Kasus Asuransi Pelni, Komisaris Tokio Marine Diperiksa sebagai Saksi

Komisaris PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, Diwe Novara juga mantan Kepala Cabang PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Menteng.

Wapenja.com/Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggeber penyidikan dugaan korupsi pembayaran komisi dalam pengadaan asuransi perkapalan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) periode 2015-2020.

Terbaru, KPK memeriksa Komisaris PT Asuransi Tokio Marine Indonesia, Diwe Novara, sebagai saksi. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Diwe diperiksa bukan terkait jabatannya saat ini, melainkan dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Cabang PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Menteng.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Diwe telah tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.01 WIB untuk menjalani pemeriksaan.

Kontrak Rp263 Miliar Jadi Sorotan

Perkara yang tengah dibongkar KPK ini berkaitan dengan pengadaan asuransi perkapalan Pelni yang berlangsung selama lima tahun.

Dalam periode 2015-2020, Jasindo memperoleh kontrak asuransi perkapalan Pelni melalui mekanisme penunjukan langsung. Nilai kontraknya disebut mencapai Rp263 miliar.

Namun, di balik kontrak tersebut, penyidik KPK menemukan dugaan pembayaran komisi kepada sejumlah perusahaan yang disebut tidak menjalankan pekerjaan sebagai agen asuransi.

Dugaan inilah yang kini terus didalami penyidik.

KPK juga menelusuri bagaimana mekanisme pembayaran komisi tersebut berlangsung, siapa saja yang menerima dana, serta ke mana aliran uang setelah pembayaran dilakukan.

Negara Diduga Rugi Rp15,6 Miliar

Berdasarkan penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dugaan praktik tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp15,602 miliar.

KPK sebelumnya mengungkap adanya dugaan pengembalian sebagian komisi yang telah dibayarkan kepada pihak tertentu. Dana tersebut diduga kemudian berkaitan dengan kebutuhan operasional maupun aliran kepada pihak-pihak tertentu.

Rangkaian transaksi itu kini menjadi bagian yang dibongkar penyidik.

Empat Tersangka Baru Sudah Ditahan

Pengusutan perkara tidak berhenti pada pemeriksaan saksi.

KPK sebelumnya telah menetapkan empat tersangka baru dalam pengembangan kasus tersebut. Keempatnya telah ditahan sejak 30 Juli 2026.

Penyidik kini terus memanggil saksi dari berbagai pihak untuk mengurai peran masing-masing dalam proses pengadaan, pembayaran komisi, hingga dugaan aliran dana.

Pemeriksaan terhadap Diwe Novara menjadi salah satu langkah terbaru KPK untuk memperdalam konstruksi perkara.

KPK masih terus mengembangkan penyidikan dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang akan dimintai pertanggungjawaban berdasarkan alat bukti yang ditemukan.