Wapenja.com/Bogor, 23 Juni 2026 – Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 dengan makna pengabdian yang nyata, jajaran Polsek Ciawi Polres Bogor membuktikan bahwa tugas kepolisian tak hanya berkutat pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai penolong di tengah kesulitan warga. Hari ini, satu keluarga kembali bersatu setelah seorang anggota yang mengalami gangguan kejiwaan berhasil ditemukan dan dipertemukan kembali dengan suaminya.
Kisah bermula saat warga melaporkan keberadaan seorang perempuan yang tampak bingung dan tersesat di wilayah Kecamatan Ciawi pada Selasa pagi. Petugas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) segera mendatangi lokasi dan mendapati perempuan tersebut, yang kemudian menyampaikan keinginannya untuk bertemu suami yang berjualan di Pasar Ciawi. Bersama PSM, ia pun dibawa ke pos Piket Mako Polsek Ciawi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesmana Jaya langsung menggerakkan timnya untuk bekerja sama dengan tim PSM pimpinan Yoyoh. Identitas perlahan terungkap setelah pengecekan data dan barang bawaan: perempuan itu bernama Suyanti, lahir di Surabaya. Rencana awal membawa Suyanti ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor berubah seketika ketika kabar baik datang.
Sang suami, Chairul Umar, menghubungi petugas setelah mendapatkan informasi dari anak mereka yang sedang berada di Kalimantan. Sejak Senin pagi, Suyanti meninggalkan rumah tanpa kabar, sehingga putranya menyebarkan pencarian lewat media sosial dan grup komunitas Lintas Ambulance Indonesia (LAI). Berkat jejak informasi tersebut, lokasi Suyanti akhirnya diketahui.
Momen pertemuan di ruang Polsek Ciawi berlangsung haru. Di hadapan Kapolsek dan petugas sosial, Suyanti diserahkan secara resmi kepada Chairul Umar untuk segera mendapatkan perawatan dan pengobatan yang dibutuhkan.
Kepala PSM Kecamatan Ciawi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respon sigap pihak kepolisian. “Tanpa kerja sama yang cepat dan terkoordinasi, proses ini tidak akan berjalan sebaik ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek menegaskan bahwa pelayanan kemanusiaan adalah bagian tak terpisahkan dari tugas Polri. “Di momen Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin membuktikan bahwa Polri ada untuk melindungi, mengayomi, dan melayani. Mengembalikan anggota keluarga ke pelukan orang terkasih adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi catatan berharga: ketika kepolisian, tenaga sosial, dan masyarakat bersatu, harapan akan selalu ada untuk memulihkan keutuhan keluarga.












