Wapenja.com/Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) resmi membuka 17 Unit Sekolah Baru (USB) jenjang SMA dan SMK yang dapat dipilih calon murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan menengah negeri sekaligus mengurangi ketimpangan daya tampung sekolah yang selama ini menjadi sorotan publik.
SPMB Jabar 2026 saat ini memasuki tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang berlangsung pada 29 Mei hingga 8 Juni. PCMB merupakan mekanisme baru dalam proses penerimaan murid, di mana calon murid dapat mendaftar lebih awal, menentukan pilihan sekolah, serta memilih jalur seleksi sebelum tahap utama dibuka. Dengan sistem ini, pemerintah berharap proses penerimaan lebih transparan, terukur, dan memberi kepastian bagi calon murid maupun orang tua.
Dari total 17 sekolah baru, terdapat 13 SMA dan 4 SMK yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan penambahan paling banyak, yaitu empat sekolah baru: SMAN 5 Cibinong, SMAN 2 Rumpin, SMAN 2 Tajurhalang, dan SMKN 1 Cigudeg. Kota Bandung juga mendapat tambahan dua sekolah baru, yakni SMAN 28 Bandung dan SMAN 29 Bandung, yang diharapkan mampu mengurangi tekanan daya tampung di sekolah-sekolah favorit.
Berikut daftar lengkap sekolah baru yang dibuka dalam PCMB SPMB Jabar 2026:
- SMAN 5 Cibinong, Kabupaten Bogor
- SMAN 2 Rumpin, Kabupaten Bogor
- SMAN 2 Tajurhalang, Kabupaten Bogor
- SMAN 11 Bogor, Kota Bogor
- SMAN 1 Cibitung, Kabupaten Sukabumi
- SMAN 2 Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi
- SMAN 2 Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi
- SMAN 28 Bandung, Kota Bandung
- SMAN 29 Bandung, Kota Bandung
- SMAN Cimenyan, Kabupaten Bandung
- SMAN Paseh, Kabupaten Sumedang
- SMAN Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya
- SMAN Pancawaluya, Kabupaten Pangandaran
- SMKN 1 Cigudeg, Kabupaten Bogor
- SMKN 5 Depok, Kota Depok
- SMKN 1 Purwadadi, Kabupaten Ciamis
- SMKN Maung, Purwakarta
Kehadiran sekolah baru ini tidak hanya menambah kapasitas penerimaan murid, tetapi juga memperkuat pemerataan pendidikan di Jawa Barat. Pemprov Jabar menekankan bahwa pembukaan USB merupakan bagian dari visi besar untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Selain memperluas akses akademik, penambahan SMK baru juga diarahkan untuk memperkuat pendidikan vokasi. Misalnya, SMKN Maung Purwakarta diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di kawasan industri. Dengan fokus pada keterampilan praktis, lulusan SMK diharapkan siap langsung terserap ke dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik masyarakat mengenai keterbatasan sekolah negeri. Dengan hadirnya sekolah baru, pemerintah berupaya menekan angka putus sekolah dan memastikan setiap lulusan SMP/sederajat memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya tinggi di sekolah swasta.












