Massa Pendemo Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran Aplikasi SPMB 2026

Wapenja.com/Bandung – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (11/6/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan carut-marut dalam pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Dalam orasinya, massa menuntut Gubernur Jawa Barat segera membentuk tim investigasi independen dengan melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH). Langkah ini dinilai penting karena mereka menduga terdapat indikasi pelanggaran pidana dalam penggunaan aplikasi SPMB 2026.

Selain itu, demonstran juga mendesak DPRD Jawa Barat untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna mengusut tuntas persoalan PCMB dan SPMB yang dianggap menimbulkan keresahan serta merugikan ribuan orang tua dan calon murid di berbagai daerah.

Tak hanya itu, massa meminta Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan lambannya pelayanan dalam proses penerimaan murid baru. Menurut mereka, keterlambatan dan ketidakjelasan sistem telah menambah beban masyarakat yang berharap anak-anaknya dapat diterima di sekolah menengah sesuai aturan.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa publik menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam sistem penerimaan murid baru. Sorotan terhadap PCMB dan SPMB 2026 bukan hanya soal teknis aplikasi, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pendidikan di Jawa Barat.