SMKN 1 Rancabali Kabupaten Bandung Tidak Ditutup, Dipindah ke Gedung Baru yang Layak dan Legal

Kepala Bidang Pembinaan SMK (PSMK) Jawa Barat, Edy Purwanto.

Wapenja.com/Bandung – Setelah viralnya pernyataan salah satu siswi SMKN1 Rancabali yang mengatakan bahwa sekolah mereka akan ditutup, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan menegaskan bahwa SMKN 1 Rancabali tidak ditutup, melainkan akan dipindahkan ke lokasi baru yang lebih layak dan memiliki dasar hukum yang kuat.

Kepala Bidang Pembinaan SMK (PSMK) Jawa Barat, Edy Purwanto, menjelaskan bahwa keputusan pemindahan ini diambil karena selama ini sekolah tersebut belum memiliki gedung sendiri dan telah meminjam fasilitas sekolah lain sejak tahun 2013.

“Kami ingin memastikan bahwa sekolah ini tidak hilang, justru akan memiliki gedung permanen yang resmi. Lokasi lama di wilayah Rancabali masuk dalam kategori Zona Hijau sesuai peraturan tata ruang, sehingga tidak dimungkinkan untuk pembangunan gedung sekolah permanen,” ujar Edy Purwanto, Kamis (07/05/2026).

Bangunan baru SMKN 1 Rancabali.

Lokasi baru sekolah ditetapkan berada di Desa Panundaan, Kecamatan Ciwideuy, yang merupakan Zona Kuning dan sangat layak untuk fasilitas pendidikan. Lahan tersebut sudah bersertifikat resmi atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2004.

Akses dan Kemudahan bagi Siswa

 Dari sisi akses, lokasi baru dinilai cukup strategis. Jaraknya hanya sekitar 10 menit dari lokasi SD 4 Baru Tunggul dan sekitar 30 menit dari lokasi SMP 3 Cipelah.

Saat ini, siswa dari area SD 4 Baru Tunggul seluruhnya sudah pindah ke lokasi baru. Sementara itu, bagi siswa yang berasal dari arah Cipelah yang merasa kesulitan akses, diberikan kebijakan khusus yaitu diperbolehkan tetap belajar di lokasi lama hingga mereka lulus.

Data dan Jaminan Kuota

Saat ini terdapat 337 siswa aktif dengan 4 program keahlian. Mulai tahun ajaran 2026, seluruh siswa direncanakan akan menggunakan fasilitas di lokasi baru.

Pemerintah juga memberikan jaminan kepastian bagi masyarakat. Bagi warga Kecamatan Rancabali yang ingin mendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, akan disediakan kuota khusus sehingga tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan bersekolah.

“Semoga informasi ini dapat menjernihkan suasana dan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat luas,” tutup Edy.