Wapenja.com/Bogor — Ujian Sekolah tahun ajaran 2025/2026 di SDN Jambuluwuk 2 akan berlangsung pada 18–26 Mei 2026. Menjelang pelaksanaan, pihak sekolah melakukan persiapan matang: latihan soal intensif, ujian praktek, hingga penyelesaian tahap ujian online (TKA).
Kepala Sekolah, Ahmad Jauhari, S.Pd., menegaskan bahwa kesiapan akademik bukan satu-satunya fokus. Kesehatan fisik siswa menjadi prioritas utama, terutama dengan jumlah peserta didik yang mencapai hampir 620 orang. Dua guru PJOK ditempatkan untuk membina siswa secara merata di setiap rombel. “Kami prioritaskan siswa agar tetap sehat. Alhamdulillah guru olahraga kami lulusan UPI yang sangat menguasai bidangnya. Pembelajaran tidak hanya teori, tapi banyak aktivitas di lapangan,” ujarnya saat di wawancarai oleh awak media wapenja.com pada hari Selasa tanggal 5 Mei 2026.

Namun, di balik semangat itu, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan besar. Saat ini hanya tersedia 10 ruang kelas aktif, sebagian difungsikan sebagai kantor dan ruang guru. Akibatnya, sistem pembelajaran harus dilakukan dengan pola shift pagi dan siang. Ahmad Jauhari berharap pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) segera terealisasi agar tidak ada lagi kelas yang digabung atau bergantian.
Selain fokus akademik, sekolah juga mengembangkan potensi lokal. Kerajinan anyaman khas Jambuluwuk berhasil mendapat perhatian melalui program branding yang didukung Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat bersinergi dengan pelestarian seni dan budaya lokal.
Menjelang ujian, pembagian tugas guru PJOK telah ditetapkan: Bapak Raka mengajar kelas 1, 3, dan 5, sementara Bapak Friski fokus pada kelas 6. Kegiatan dilaksanakan setiap hari dengan dua sesi, pagi (07.00–11.30 WIB) dan siang (11.30–15.30 WIB). Khusus kelas 6, jadwal rutin berlangsung Selasa–Kamis. Pada 18 Mei mendatang, hanya siswa kelas 6 yang masuk sekolah untuk ujian, sementara kelas lain belajar dari rumah.
Harapan terbesar sekolah adalah agar seluruh siswa sehat, tenang, dan mampu meraih hasil memuaskan sehingga dapat diterima di SMP Negeri favorit di wilayah Ciawi maupun Bogor. Namun, terdapat satu harapan utama yang ingin segera direalisasikan, yaitu pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Penambahan ruang kelas ini menjadi kebutuhan mendesak untuk menampung jumlah siswa yang ada, sementara fasilitas lainnya dinilai sudah cukup memadai.












