Enam Ormas Besar Bogor Bentuk Presidium, Perkuat Soliditas dan Pengawalan Kebijakan Publik

Wapenja.com/Bogor – Dinamika organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bogor memasuki era baru yang lebih terstruktur dan solid. Pada Minggu (03/05/2026), enam ormas besar di Kota Bogor secara resmi mendeklarasikan pembentukan Presidium Ormas Kota Bogor. Inisiatif ini digagas untuk memperkuat sinergi, menyatukan visi dan misi, serta membangun landasan legalitas yang kokoh bagi pergerakan kolektif.
Acara konsolidasi strategis ini digelar di Kantor GIBAS Resort Kota Bogor, yang tidak hanya menjadi ajang diskusi mendalam, tetapi juga mempererat tali persaudaraan melalui tradisi khas Jawa Barat, Ngeliwet Bareng. Pertemuan yang berlangsung khidmat namun penuh keakraban ini menjadi momentum krusial dalam membahas finalisasi payung hukum dan legalitas aliansi.
Keenam organisasi yang menandatangani kesepakatan bersejarah ini meliputi:
  • PPM LVRI (Pemuda Panca Marga) Kota Bogor, dipimpin oleh Ketua Agus Madi.
  • LMPI (Laskar Merah Putih Indonesia) Kota Bogor, dipimpin oleh Ketua Endin, S.H.
  • BPPKB Banten Kota Bogor, dipimpin oleh Ketua Ikoy.
  • GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi) Kota Bogor, dipimpin oleh Ketua Umar Jagad.
  • PPBNI (Satria Banten) Kota Bogor, dipimpin oleh Ketua Abah Dedi Gawat.
  • Laskar NKRI Kota Bogor, dipimpin oleh Ketua Supriyono.

Menyatukan Visi dan Misi dalam Bingkai Legalitas

Acara diawali dengan diskusi mendalam mengenai penyelarasan visi dan misi. Keenam pimpinan ormas sepakat bahwa kekuatan besar hanya dapat tercipta jika didasari oleh kesamaan pandangan dan aturan main yang jelas. Diskusi ini tidak hanya menyentuh aspek birokrasi, tetapi juga menekankan peran strategis Presidium sebagai wadah pemersatu untuk mengawal kebijakan publik di Kota Bogor agar lebih tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat.
Langkah pembentukan presidium ini diambil sebagai bentuk komitmen kolektif agar pergerakan lintas organisasi di “Kota Hujan” memiliki landasan konstitusional yang kokoh dan diakui secara administratif. Suasana formal seketika mencair saat agenda beralih ke sesi Ngeliwet Bareng. Duduk melingkar di atas hamparan daun pisang, para tokoh pergerakan ini menunjukkan sisi humanis dan semangat kebersamaan atau “guyub”. Tradisi ini mengandung filosofi mendalam tentang kesetaraan, di mana tidak ada sekat antar jabatan, melainkan satu rasa dalam satu meja.

Fondasi “Marwah” Organisasi

Salah satu perwakilan inisiator Presidium Ormas Kota Bogor menyatakan, “Hari ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Konsolidasi legalitas ini adalah fondasi agar Presidium memiliki ‘marwah’ dan posisi tawar yang jelas secara hukum. Kita ingin Presidium Kota Bogor menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus kontrol sosial yang beradab dan terorganisir.”
Ia menambahkan, “Dengan bergabungnya LMPI Kota Bogor, PPM LVRI Kota Bogor, BPPKB Banten Kota Bogor, GIBAS Kota Bogor, PPBNI/Satria Banten Kota Bogor dan Laskar NKRI Kota Bogor, kita adalah satu kekuatan utuh. Ke depan, kita tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Presidium memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kondusivitas Kota Bogor. Semangat ‘Ngeliwet’ hari ini adalah simbol bahwa persatuan kita dimulai dari hati dan akan berakhir pada perjuangan kolektif untuk masyarakat.”
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bersama untuk segera merampungkan berkas administratif ke instansi terkait. Dengan solidnya keenam ormas ini, Presidium Ormas Kota Bogor kini siap melangkah lebih jauh dalam pengabdian kepada masyarakat dan menjaga stabilitas pembangunan daerah.