Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di bawah arahan Gubernur Dedi Mulyadi, bersiap meluncurkan Karnaval Binokasih pada Mei 2026. Agenda budaya lintas daerah ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan warisan tradisi Keraton Sumedang, tetapi juga dirancang sebagai katalisator pembangunan ekonomi dan pariwisata di Jawa Barat.
Melalui Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, karnaval ini akan menyusuri berbagai kabupaten dan kota, mulai dari Sumedang hingga Bandung.
Jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut:
- 2 Mei 2026: Sumedang (Keraton Sumedang Larang → Pemda Kabupaten Sumedang)
- 3 Mei 2026: Ciamis (Alun-alun Kawali → Astana Gede Kawali)
- 4 Mei 2026: Kabupaten Tasikmalaya (Polsek Salawu → Parkir Kampung Naga)
- 5 Mei 2026: Cianjur (Taman Prawatasari → Pendopo Cianjur)
- 6 Mei 2026: Kota Bogor (Museum Pajajaran → Kebun Raya Bogor)
- 8 Mei 2026: Depok (Lapangan Bola RRI → Museum Rumah Cimanggis)
- 9 Mei 2026: Karawang (SDN Pulo Kelapa II → Makam Syekh Quro)
- 10 Mei 2026: Cirebon (Bale Jaya Dewata → Alun-alun Sangkala Buana)
- 16 Mei 2026: Bandung (Puncak Kirab Budaya: Monumen Perjuangan → Jl. Dipatiukur → Jl. Diponegoro → Jl. Cimandiri → Gedung Sate).
Setiap etape karnaval akan melewati rute-rute yang memiliki nilai sejarah dan budaya, seperti Keraton Sumedang Larang, Astana Gede Kawali, Kampung Naga, Museum Pajajaran, hingga Gedung Sate. Diharapkan, pergerakan massa dan perhatian publik yang terpusat pada rute-rute ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas masyarakat.
Selain aspek budaya, Karnaval Binokasih juga mengintegrasikan pesan pelestarian lingkungan dan penguatan kawasan budaya. Dengan rencana menjadikannya agenda tahunan, Pemprov Jabar optimis bahwa kegiatan ini akan menjadi daya tarik utama yang berkontribusi pada peningkatan sektor pariwisata, budaya, serta perbaikan infrastruktur di daerah-daerah yang dilalui.
Berita Terkait
Dibaca 16












