SMA Angkasa Husein Bandung Gelar IHT Pancawaluya, Perkuat Karakter dan Deep Learning 

Wapenja.com/Bandung – SMA Angkasa Lanud Husein Sastranegara Bandung yang berlokasi di Jl. Lettu Subagio No. 22, Kelurahan Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, menggelar In House Training (IHT) Pendidikan Karakter Pancawaluya selama dua hari, Kamis–Jumat (23–24 April 2026), di Aula SMA Angkasa.

Sambutan Kepala SMA Angkasa Bandung Ruri Septyastuti, S.Sos., didampingi Pengawas Pembina Agus Hermawan, M.Pd., serta pemateri Yubena Abigail Serewati Tambunan, M.Pd., dan Purnama Sidik, M.Pd., pada pembukaan IHT di Aula SMA Angkasa. (red/ist)

Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 15.30 WIB dan diikuti oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan, dengan melibatkan siswa sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Acara ini dihadiri oleh Pengawas Pembina SMA Angkasa Husein Bandung, Agus Hermawan, M.Pd., serta perwakilan Komite Sekolah, Bapak Busroni dan Ibu Ina. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, pengawas, dan komite dalam membangun budaya pendidikan yang berkarakter. Selain itu, keterlibatan siswa seperti Ridho, Rangga, dan Kayla menjadi simbol bahwa pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan juga proses bersama yang melibatkan seluruh ekosistem sekolah.

Suasana IHT Pendidikan Karakter Pancawaluya yang diikuti guru dan tenaga kependidikan di Aula SMA Angkasa Bandung. (red/ist)

IHT menghadirkan dua pemateri utama, Yubena Abigail Serewati Tambunan, M.Pd. dan Purnama Sidik, M.Pd., dengan tema: “Ngawangun Jati Diri Ngaluwatan Hirup nu Cageur Bageur Bener Pinter tur Singer.” Tema ini menekankan filosofi Pancawaluya sebagai fondasi pembentukan jati diri siswa yang sehat, berakhlak, cerdas, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Kepala SMA Angkasa Husein Bandung, Ruri Septyastuti, S.Sos., menegaskan bahwa IHT Pancawaluya merupakan langkah strategis sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru. “Kegiatan ini menyelaraskan pemahaman guru terhadap kurikulum, meningkatkan kualitas proses pembelajaran, serta menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fokus materi IHT mencakup penguatan nilai karakter Pancawaluya, penerapan strategi pembelajaran inovatif dan mendalam (deep learning), pemanfaatan teknologi digital, serta penyusunan perangkat ajar yang relevan dan kontekstual.

Suasana IHT Pendidikan Karakter Pancawaluya yang diikuti guru dan tenaga kependidikan di Aula SMA Angkasa Bandung. (red/ist)

Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, pre test, penyampaian materi konsep dasar pendidikan karakter Pancawaluya, diskusi kelompok, presentasi, hingga penguatan strategi implementasi Pancawaluya di kelas. Kegiatan juga dilengkapi dengan demo aplikasi SIPALAWA, penyusunan rencana tindak lanjut (RTL), monitoring dan evaluasi, post test, serta penutupan.
Pengawas Pembina, Agus Hermawan, M.Pd., menekankan pentingnya konsistensi implementasi nilai Pancawaluya dalam budaya sekolah agar berdampak nyata terhadap mutu pendidikan. Ia mengapresiasi SMA Angkasa Husein Bandung yang telah menyelenggarakan IHT ini dengan baik, serta berharap hasilnya dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran sehari-hari.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Nelly Herliana Sobirin, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari peserta. “Alhamdulillah kegiatan IHT Pancawaluya ini berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan sekolah, khususnya dalam penguatan karakter serta peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Foto bersama seluruh peserta kegiatan IHT Pendidikan Karakter Pancawaluya di SMA Angkasa Bandung. (red/ist)

Salah satu guru SMA Angkasa Husein Bandung, Yuli Tresnawati, S.Pd., menilai IHT sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter Pancawaluya ke dalam pembelajaran. Ia menekankan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif, termasuk penerapan deep learning, pemanfaatan teknologi digital, serta penyusunan perangkat ajar yang lebih kontekstual untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa.
Dengan terselenggaranya IHT Pancawaluya, SMA Angkasa Husein Bandung menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa sebagai generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan nilai-nilai luhur Pancawaluya.