Wapenja.com / Cimahi – SMK TI Pembangunan Cimahi, JL. H. Bakar No. 18 B/JL. Mahar Martanegara No .48, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, melaksanakan kegiatan Pesantren Ekologi dengan mengusung tema “Internalisasi Nilai Gapura Panca Waluya Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin” sebagai upaya penguatan karakter siswa melalui integrasi nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan di momentum bulan suci Ramadan.

Kepala SMK TI Pembangunan Cimahi, Febry Kristianggoro Yugo, S.ST., M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ekologi merupakan tindak lanjut dari imbauan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sekaligus menjadi sarana pembentukan keseimbangan intelektual dan spiritual peserta didik. “Pesantren Ekologi menjadi momentum bagi siswa untuk tidak hanya dibekali kemampuan intelektual, tetapi juga penguatan spiritual serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena melibatkan kolaborasi tim sekolah dalam penyusunan serta implementasi modul dan LKPD yang terintegrasi dengan program cinta lingkungan dan penghijauan sekolah.
Menurutnya, sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut dengan menyediakan ruang dan sarana bagi siswa untuk menuangkan ide kreatif melalui proyek nyata.
“Minggu depan para siswa akan mulai menggarap proyek penghijauan sekolah. Momentum ini menjadi luar biasa karena menumbuhkan kolaborasi, empati, dan kerja sama antar siswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Febry mengapresiasi peran guru dan manajemen sekolah yang telah mengolah modul Pesantren Ekologi hasil sosialisasi dari Dinas Pendidikan hingga seluruh narasumber kegiatan berasal dari internal guru mata pelajaran.
Ia menegaskan bahwa program Pesantren Ekologi dirancang berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Setelah libur Lebaran, siswa tetap memiliki tanggung jawab terhadap implementasi proyek melalui pembagian kapling sesuai program yang dikerjakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Lina Anggraini, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama serta pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan siswa.
“Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat karena pembelajaran saat ini tidak lagi hanya ceramah, tetapi lebih kepada praktik nyata dan penguatan nilai hablum minannas tanpa meninggalkan tujuan utama untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” tuturnya.
Pesantren Ekologi diikuti sekitar 600 siswa dari kelas X dan Xl, dengan melibatkan seluruh guru serta dukungan organisasi siswa di lingkungan sekolah.
Menurut Lina, tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan nilai keimanan melalui metode praktik langsung, khususnya dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan.
“Nilai yang ditekankan di antaranya menjaga kebersihan, menanam pohon, serta membiasakan perilaku hemat energi. Program yang sebelumnya seperti kegiatan kebersihan kami hubungkan dengan nilai ibadah agar dapat terinternalisasi dalam diri siswa,” jelasnya.
Pelaksanaan kegiatan sempat mengalami penyesuaian jadwal karena materi baru diterima dari Dinas Pendidikan, sehingga waktu sebelumnya digunakan untuk persiapan modul yang akan dilaksanakan hingga dua minggu ke depan dengan pemateri berasal dari internal sekolah.
Ia juga mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan, terutama pada pemahaman materi oleh pemateri yang berkaitan dengan program P5.
“Tidak semua pemateri memahami materi secara menyeluruh sehingga masih diperlukan penyesuaian agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai harapan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Pesantren Ekologi ini, SMK TI Pembangunan Cimahi berharap mampu membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab, peduli lingkungan, serta memiliki nilai spiritual yang kuat sebagai wujud generasi Waluya Rahmatan Lil Alamin.












